Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Jurnal Linuxku: file .bashrc tiba-tiba hilang

Sesuai dengan judulnya, ya. Ini kejadian yang mengagetkan sebenarnya. Satu komputer di tempat kami digunakan dua orang dengan masing-masing akunnya. Salah satu orang itu paham linux dan diberikan akun superuser. Sayangnya, orang itu jarang pakai; bahkan sampai file .bashrc-nya hilang.

Jurnal Linuxku: Karakter khusus, format subscript dan superscript pada xmgrace

Pada saat ini, aku sedang menulis tesis. Seperti karya ilmiah pada umumnya, ada proses olah data dan penyajian data. Banyak software yang dapat dipakai untuk olah maupun penyajian data. Aku memilih menggunakan xmgrace, sebab hasil yang diberikan baik dan tampak seperti pada artikel-artikel ilmiah yang terindeks Scopus.

Jurnal Linuxku: Mengubah file sources.list

Hello, guys! Kali ini, saya akan membahas tentang cara mengubah file sources.list. Ini merupakan lanjutan dari post kemarin, yaitu tentang repository Ubuntu. Sebenarnya ini adalah tulisan yang sudah umum, bahkan bisa juga dicari di blog/website lain. Kali ini akan saya jelaskan untuk Ubuntu.

Jurnal Linuxku: Update Repositori Lokal Ubuntu

Ubuntu belakangan ini mengeluarkan upgrade terbarunya sesuai dengan tradisi setiap bulan oktober dan april, dengan codename Impish Indri. Seperti nama orang, ya? Ini membuat saya penasaran, terutama dengan repository Ubuntu yang ada di Indonesia. Mengapa demikian?

Jurnal Linuxku: Kendala Suara pada Focal Fossa (Ubuntu 20.04)

Tanggal 18 Mei yang lalu, aku benar-benar terkejut ketika mengetahui bahwa laptopku tidak bisa mengeluarkan suara. Padahal baru saja aku mengupgrade-nya dari Bionic Beaver ke Focal Fossa dengan perjuangan. Aku sebut sebagai perjuangan, karena memang aku perlu mengosongkan partisi rootku (/) hingga sekitar 8,5 GB. Banyak yang memang tidak perlu, aku uninstall. Akhirnya berhasil, tanpa halangan yang berarti.

Analisa tentang pengunduhan ISO Ubuntu dengan zsync

Setelah mengunduh ISO Ubuntu dengan zsync, tergelitik untuk membuat analisisnya. Latar belakang analisis ini adalah pertama proses unduh yang lama, karena pengunduhan tidak menggunakan repository lokal (contoh kasus untuk mengunduh lubuntu, yang ternyata tidak dimasukan dalam daftar proses mirroring repository lokal Indonesia), padahal kita mendapatkan file *.zsync dari repositori lokal. Sehingga timbul pertanyaan bahwa apakah mungkin menggunakan zsync tetapi mengunduhnya dari repository lokal. Dapatkah kita mengganti URL-nya dengan URL dari repository lain? Kedua, ketika menghentikan pengunduhan maka muncul file sementara dengan ekstensi *.part. Ekstensi file sementara sama dengan ekstensi file sementara torrent untuk BitTorrent client transmission. Lantas, bisakah melanjutkan pengunduhan menggunakan torrent? Bisakah file torrent dijadikan file bibit unduhan zsync?

Cerita ngunduh ISO Ubuntu dengan zsync

Kira-kira dua minggu yang lalu, aku sedang ngelesi seorang anak SMA. Dia mengatakan kalau tertarik dengan Linux, lantas dia memintaku untuk mengajarinya. Aktivitasku saat ini adalah mengerjakan penelitian sembari kerja, yaitu ngelesi. Disela-sela ngelesi itu, kami biasa ngobrol hal lain.

Kebetulan murid lesku ini seorang pilot drone dan senang dengan teknologi. Dia sangat terpukau saat aku menunjukkan laptopku yang terinstall Lubuntu Xenial Xerus. Menurutnya, tampilannya mirip dengan salah satu produk Apple.

Dia pun mengungkapkan bahwa sebenarnya ada laptop lama yang tidak dipakai dan bingung sebaiknya diapakan. Akhirnya dia berniat untuk mengisinya dengan Linux dan saya sarankan untuk menggunakan Ubuntu LTS atau turunannya.

Sesampainya di rumah, aku memeriksa file-file ISO Ubuntu atau turunannya yang masih tersimpan dalam HDD. Ternyata file ISO yang tersimpan masih versi lama sehingga terpaksa mengunduhnya.

Memperbaiki Format Hardisk yang Rusak

OK, aku ingin berbagi tentang memperbaiki partitioning Hardisk yang rusak. Partitioning adalah aturan pembagian hard disk. (Wikipedia) Ada bermacam-macam aturan dalam pembagian hard disk ini, antara lain NTFS, FAT, ext, dan lain sebagainya. Dalam komputer membutuhkan pembagian ini, sebab tanpa pembagian ini data tidak dapat disimpan atau komputer tidak dapat boot.

Sebuah masalah muncul dari temanku yang bermasalah dengan hard disk eksternalnya. Menurut keterangannya, hard disknya berubah partitioning-nya menjadi raw. Aku sudah pernah mengalami masalah seperti ini seingatku pada flashdisk-nya Meili. Miliknya belum ter-partisi sempurna. Hanya sebuah dugaan perlakuan hard disk eksternal ini adalah sama, tetapi dengan ukuran yang berbeda saja.

Repositori Unnes

Dengan gembira aku menyambut sebuah repositori Linux yang dipunyai Universitas Negeri Semarang. Untuk saat ini baru bisa tiga distribusi yang dapat di repositori-kan melalui repo Unnes. Tiga distribusi itu adalah Debian, Ubuntu dan BlankOn. Lalu, bagaimana caranya? silakan baca link ini, untuk pengguna BlankOn. Pada dasarnya sih sama saja ya antara BlankOn dengan Ubuntu untuk masalah arsitektur list-nya. Untuk perbandingan keduanya, dapat saya perjelas dalam posting-posting berikutnya.

Tetapi untuk Ubuntu, aku sudah membuat list-nya. Pada dasarnya, saya menonaktifkan repositori yang bawaan sejak installasi. Sehingga jadinya seperti ini.

#deb cdrom:[Ubuntu-GNOME 13.10 _Saucy Salamander_ - Release i386 (20131017)]/ saucy main multiverse restricted universe # See http://help.ubuntu.com/community/UpgradeNotes for how to upgrade to # newer versions of the distribution. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy main restricted #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy main restricted deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy main restricted deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy main restricted ## Major bug fix updates produced after the final release of the ## distribution. deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates main restricted deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates main restricted ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu ## team. Also, please note that software in universe WILL NOT receive any ## review or updates from the Ubuntu security team. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy universe #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy universe deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy universe deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy universe deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates universe deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates universe ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu ## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to ## your rights to use the software. Also, please note that software in ## multiverse WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu ## security team. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy multiverse #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy multiverse deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy multiverse deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy multiverse deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates multiverse deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates multiverse ## N.B. software from this repository may not have been tested as ## extensively as that contained in the main release, although it includes ## newer versions of some applications which may provide useful features. ## Also, please note that software in backports WILL NOT receive any review ## or updates from the Ubuntu security team. deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-backports main restricted universe multiverse deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-backports main restricted universe multiverse deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security main restricted deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security main restricted deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security universe deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security universe deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security multiverse deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security multiverse ## Uncomment the following two lines to add software from Canonical's ## 'partner' repository. ## This software is not part of Ubuntu, but is offered by Canonical and the ## respective vendors as a service to Ubuntu users. # deb http://archive.canonical.com/ubuntu saucy partner # deb-src http://archive.canonical.com/ubuntu saucy partner ## This software is not part of Ubuntu, but is offered by third-party ## developers who want to ship their latest software. deb http://extras.ubuntu.com/ubuntu saucy main deb-src http://extras.ubuntu.com/ubuntu saucy main

Jika ingin mengunduh list yang isinya persis diatas, dapat diunduh di sini. Setelah diunduh, buka terminalmu dan ketik ini.

sudo cp lokasi_list_mu /etc/apt/sources.list
PERINGATAN: Sebelum melakukan perintah ini, sebaiknya untuk membackup list-mu.

Reposiori ini menurutku masih ada kekurangan. Aku tahu dan mengerti bahwa repositori ini masih dalam taraf pengembangan. Sehingga masih banyak yang perlu dibenahi. Kekurangan dari repositori ini adalah Ubuntu security belum bisa dipakai atau memang belum ada paket-paketnya. Jadi demikianlah tulisanku, apabila ada yang kurang berkenan, aku minta maaf.

Menginstall Modem Huawei E153 pada Slax 7.0.5


Pada akhir bulan ini, aku libur hingga akhir bulan Februari. Wah..., ternyata liburnya anak kuliahan itu lama ya? Yah..., maklumlah baru saja belajar di Perguruan Tinggi, jadi masih banyak yang belum biasa. Liburan ini aku kembali ke kebiasaan isengku, yaitu otak-atik apapun yang ada di sekitarku. Kali ini aku iseng untuk mengotak-atik modemku di Slax.

Suatu kabar gembira bahwa Slax kembali dirilis yang terbaru. Sebab yang dirilis pada saat natal, kemungkinan masih ada bug. Bug itu pada bagian pengaturan boot installer. Boot installer ini bermasalah pada peng-install-an boot pada Ubuntu dan turunannya. Sempat aku bingung, tetapi setelah membaca posting dari Mr. Tomas aku menjadi memahami. Menurut Mr. Tomas Ubuntu adalah distribusi yang rumit. Tetapi tidak masalah, aku sudah mengunduh yang versi yang terbaru.

Baik, kali ini aku mempunyai modem Huawei E153 dan akan aku uji-coba. Kemungkinan cara ini bisa diterapkan pada modem lain.

Pertama, nyalakan komputer, dan boot ke Slax dan buka konsole atau xterm. Setelah itu, colok atau pasang modem. Silakan ketik ini pada Konsole.

lsusb
Ini untuk mendeteksi apakah modem sudah tersambung (terdeteksi) atau belum. Setelah diketikan itu, keluarlah tulisan ini.
Bus 001 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 002 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 007: ID 12d1:14ac Huawei Technologies Co., Ltd.
Bus 001 Device 004: ID 0a5c:21bc Broadcom Corp. BCM2070 Bluetooth 2.1 + EDR
Bus 001 Device 005: ID 0c45:643e Microdia
Bus 002 Device 003: ID 1307:0165 Transcend Information, Inc. 2GB/4GB Flash Drive
Yang aku beri tanda tulisan tebal, itu adalah device-ku. Lalu, disini dapat kita catat bahwa vendorID=12d1 dan productID=14ac. Lalu, pada Konsole, ketikan ini.
dmesg
Itu menunjukan kepada kita informasi tentang device yang terhubung ke komputer kita. Memang, saking banyaknya device informasinya banyak pula. Kemudian carilah yang menggambarkan/menampakan device kita. Kebetulan yang menggambarkan punyaku yang seperti ini.
...
USB Serial support registered for GSM modem (1-port)
option 5-2:1.0: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
option 5-2:1.1: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
option 5-2:1.2: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
...
Dari sini dapat kita catat bahwa lokasi modem kita pada /dev/ttyUSB0, /dev/ttyUSB1, dan /dev/ttyUSB2. Diantara ketiga itu, kita harus mencoba satu per satu.

Setelah bermain (proses) dengan Konsole, kita menggunakan KPPP sebagai dialler. Klik configure-modems-new. Di situ, tulis nama modem, dan gantilah lokasi modem dengan lokasi yang telah kita dapat. Lakukan setting account. Klik Connect. Cobalah satu per satu untuk lokasi modem, apabila belum berhasil.

Demikian, semoga berguna.

Membongkar-Pasang File *.pdf di Ubuntu

Inilah yang paling seru menurutku, yaitu membongkar-pasang. Bagaimana menurutmu? Sedikit cerita dariku. Jadi seperti ini, tanggal 26 Desember 2012 yang lalu, bapaku selesai merevisi tesisnya. Seperti yang kamu tahu, itu adalah syarat untuk lulus pendidikan Strata-2. Bapakku satu almamater denganku, yakni di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Jadi, agar dapat diwisuda, bapak harus mengumpulkan tesis-nya dalam dua bentuk. Yang pertama dalam bentuk cetak, dan bentuk e-book. Memang di UNNES, dengan konservasi-nya sebisa mungkin mengurangi penggunaan kertas. Sehingga menggunakan e-book dalam pengumpulannya.

Masalah dimulai pada waktu pengumpulan dengan format e-book. Seperti yang kita tahu, bahwa e-book pada umumnya memiliki format *.pdf (meskipun ada format yang lain selain itu). Bapaku kebingungan, bagaimana mengubahnya dan menyatukannya. Sebab, Bapak membangun tesis-nya dengan menggunakan Microsoft Office Word dan Excel 2007. Microsoft belum memasukkan teknologi konversi file Microsoft Office ke *.pdf (setahuku, itu baru dimasukan di versi 2010-nya). Lalu, aku berkata kepada bapaku, "Itu gampang, pak. Serahkan semua padaku, bapak tinggal duduk. Kalau sudah jadi tinggal check." "Lho?! tapi nanti dijadikan satu file e-book ya." "Bisa diatur, pak klo yang itu." Bagaimanakah caranya? Inilah dia.

Sebelumnya, aku hanya menuliskan secara global-nya saja. Masalah nama file, itu bisa jadi berbeda.

  1. Pertama-tama, yang jelas semua file harus sudah berformat *.pdf. Andaikata ada yang belum berformat *.pdf, dikonversi dulu ya. Untuk konverter online, aku sarankan menggunakan convertonlinefree.com.
  2. Software yang aku gunakan adalah pdftk. Bagi yang komputernya belum terinstall pdftk, silakan di install dulu lewat terminal.
    sudo apt-get install pdftk
    Oh..., iya jangan lupa ya, harus terkoneksi dengan internet.
  3. Misalkan kamu mau membongkar file *.pdf, buatlah satu folder kosong dan tempatkan file itu di dalam folder kosong itu.
  4. Kembali, bukalah terminalmu, ketiklah ini.
    cd ~/nama_folder_lokasi_file
    pdftk nama-file.pdf burst
    • Pertama kita harus memindah direktori terminal kita ke tempat file yang akan kita bongkar. Pada umumnya, terminal memiliki direktori standar /home/nama_pengguna. Memindah direktorinya menggunakan perintah cd.
    • Dengan mengetikan perintah, setelah perintah cd, maka file *.pdf-mu akan terbagi-bagi per halaman satu file *.pdf. Disitulah kamu dapat mengubah halaman-halamannya.
  5. Setelah itu, silakan untuk mengubah-ubah halamannya. Terserah padamu untuk mengubahnya. Mengubahnya itu bukan editing kontennya, tetapi berupa urutan, atau halaman.
  6. Setelah puas mengubah-ubah, mari kita satukan lagi menjadi satu file. Caranya masuk ke jendela terminalmu, dan ketikan ini.
    pdftk fileA.pdf fileB.pdf cat output namafilejadi.pdf
    Yang dicetak tebal dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.
  7. Jadilah file *.pdf-mu jadi satu.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Penggunaan lambang asterik *.pdf. Lambang ini dapat mewakili semua file yang berekstensi .pdf. Jadi, pada saat menyatukan file-file .pdf, harap berhati-hati dan diteliti kembali isi foldernya.
  2. Urutan file. Ketika kamu menulis perintah untuk menyatukan file-file .pdf, nama file yang pertama kamu tulis adalah file pertama. nama file kedua yang kamu tulis adalah file ke-2, begitu seterusnya.
    pdftk c.pdf a.pdf b.pdf cat output jadi.pdf
    Halaman yang pertama yang terjadi adalah halaman pertama dari file c.pdf.

Demikianlah cerita dan pengalaman yang dapat aku bagi. Terima kasih, semoga dapat membantu.

Slax Kembali Aktif

Setelah sekian lama, Slax akhirnya aktif kembali. Berita ini di langsir dari distrowatch.com tertanggal pada 23 Desember 2012, yang lalu.
Ini adalah terjemahan beritanya dalam Bahasa Indonesia:
Tomáš Matějíček telah mengumumkan rilis Slax 7.0.1, update dan perbaikan bug dari live CD berbasis Slackware: "Untuk itu siapa yang tidak dapat meninggalkan komputernya selama natal (Saya salah satu dari mereka tampaknya), ini adalah update untuk Slax, versi 7.0.1. Perubahan memasukan banyak perbaikan bug, kernel upgrade, dukungan Broadcom SoftMac, dan dukungan mode teks untuk pemetaan keyboard dan jenis hurup. Raw changelog: Perbaikan double-klik pada bar lokasi di Firefox; perbaikan Slax buildscript download, itu tidak bekerja pada subdirektori dengan spasi; memperkenalkan bashrc dengan warna untuk Konsole; Xterm tidak lagi membutuhkan helper di xtrem.bin,; mengijinkan undersore dan tanda tambah dalam nama buildscript; perbaikan deaktifasi modul yang diaktifkan otomatis selama boot; diupgrade ke Kernel Linux 3.6.11...."
Kalau yang ini, versi aslinya:
Tomáš Matějíček has announced the release of Slax 7.0.1, a bug-fix update of the Slackware-based live CD: "For those who can't leave their computers even during Christmas (as I am apparently one of them), here is an update for Slax, version 7.0.1. Changes include mostly bug fixes, kernel upgrade, Broadcom SoftMac support, and textmode support for keyboard mapping and fonts. Raw changelog: Fixed double-click on location bar in Firefox; fixed Slax buildscript download, it was not working in a subdirectory with spaces; introduced bashrc with colors for Konsole; Xterm no longer needs helper in xterm.bin,; allow underscore and plus sign characters in buildscript names; fixed deactivation of modules which were activated automatically during boot; upgraded to Linux Kernel 3.6.11...."
source: distrowatch.com

Ini adalah kabar gembira bagiku. Sebab, meskipun aku murni menggunakan Ubuntu sebagai distribusi yang sudah aku pilih, tetapi Slax adalah distribusi yang aku perlukan juga. Kepentinganku disini adalah untuk dapat "membawa" ke mana-mana distribusi lengkap Linux yang dapat dimainkan via penyimpan mini. Ini sangat menguntungkan bagiku. Aku juga percaya bahwa pengguna Linux adalah orang yang mau berkembang, sehingga tidak cukuplah hanya tahu satu jenis distribusi.

Apabila kamu ingin tahu yang lebih tentang Slax, secara singkat dapat aku uraikan disini. Slax adalah sebuah sistem operasi Linux yang dapat di-boot dari CD yang berdasarkan pada Slackware, didesain dengan pendekatan modular. Selain ukurannya yang kecil, Slax menyediakan sekumpulan besar pre-installed software untuk penggunaan sehari-hari, termasuk juga GUI yang terorganisasi dengan baik dan sangat berguna untuk alat pemulihan bagi administrator sistem.

Dengan kembalinya Slax ke dunia opensource ini, mari kita lebih kembangkan sayap open source yang bebas. Bagi kamu yang ingin melihat catatan rilis secara lengkap, silakan klik di sini. Tambahan, Catatan rilis ini berbahasa Inggris.

PRIOS: Distribusi Linux-nya Pramuka

PRIOS adalah singkatan dari Pramuka Is Open Source. PRIOS adalah hasil kreatifitas Kakak-kakak yang mencoba membuat sebuah turunan distribusi baru.


Gerakan Pramuka yang berdiri 51 tahun yang lalu, adalah organisasi yang dinamis sesuai dengan perkembangan jaman. Selain metode pendidikan yang terus berkembang, juga dengan kegiatannya. Salah satu kegiatan yang berhubungan dengan teknologi adalah JOTA-JOTI. Inilah bukti bahwa Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang dinamis.

Ada pula Proyek Linux yang dikembangkan khusus diperuntukan bagi Pramuka dan Gerakan Pramuka. Yaitu Proyek PRIOS. Proyek PRIOS dimulai dengan latar belakang IGOS (Indonesia Go Open Source) dan dari sini dicetuskan untuk membuat sebuah kegiatan di bidang teknologi informasi, membangun sebuah distribusi baru yang berbasiskan Linux. PRIOS diturunkan dari PCLinuxOS, dengan menambahkan beberapa paket-paket yang disesuaikan dengan kebutuhan Pramuka. Paket-paket itu ditambahkan dengan tujuan untuk membantu dalam kegiatan teknologi (JOTA-JOTI), dan membantu administrasi.

Secara garis besar, PRIOS akan aku jelaskan di sini. Meskipun aku belum pernah mencoba PRIOS, Aku akan berusaha memperkenalkan dan "mempromosikan" PRIOS. PRIOS menggunakan KDE sebagai lingkungan desktopnya. Paket-paket di dalamnya tergolong standar, tetapi dengan beberapa tambahan yaitu paket PRIOS. Isi dari paket PRIOS adalah berupa dokumentasi PRIOS 2008, Logo Pramuka Indonesia, Lagu-lagu Pramuka, dan semua tentang Pramuka. Perangkat Office menggunakan OpenOffice.Org, dari segi peramban web menggunakan Mozilla Firefox.

Aplikasi IRC menggunakan X-Chat(aplikasi untuk JOTI di Linux). Pembaca file *.pdf, ada KPDF 0.5.7, ada pula amarok sebagai pemutar mp3.

Saya secara pribadi, sangat mendukung adanya PRIOS. Namun, aku tidak tahu apakah Proyek ini masih berjalan atau tidak. Aku yang pengguna Linux dan seorang Pramuka, juga ingin menggunakan PRIOS. Andaikata aku pemimpin proyek ini, aku ingin sekali mengembangkan Gerakan Pramuka melalui Open Source. Akhirnya, Satu Pramuka untuk Satu Indonesia.

Daftar Link Majalah Lama "InfoLinux"

Aku cukup senang membaca. Aku jadi senang membaca karena aku sendiri dan guru Bahasa Indonesiaku. Beliau mengajarkan bahwa membaca adalah hal yang teramat penting. Dengan membaca, kita dapat mengetahui segalanya. Dan membaca adalah jendela dunia. Guruku berharap agar murid-muridnya dapat memiliki kebiasaan membaca setiap harinya.
Wah..., jadinya curhat deh. hehehe. OK. Langsung ke TKP.
Setelah aku berjalan-jalan, dan tanya dengan Mbah Google, akhirnya aku mendapatkan juga. Sebenarnya aku mencari majalah-majalah lama Info Linux. Aku pikir sudah tidak ada lagi, eh..., ternyata ketemu di Yogyakarta.

Ternyata, di Repositori UGM ada. Alangkah senangnya hatiku. Aku tidak membutuhkan beritanya, yang aku butuhkan hanyalah ilmunya. Ilmu tidak akan pernah busuk dan berkarat. Itu menurutku. Di bawah ini link-linknya:

InfoLinux 2007

InfoLinux 2008

InfoLinux 2009

InfoLinux 2010

Keterangan Tambahan

Untuk Binder InfoLinux 2007, binder tidak dijadikan satu bendel file ekstensi *.pdf. Namun terpecah-pecah sesuai dengan rubrik-rubriknya. Jadi, link-link yang aku tulis di atas menyambungkan kamu ke server UGM.

Demikianlah yang dapat aku tulis saat ini. Semoga dapat berguna bagimu.

Bukti: Kecepatan Unduh BitTorrent Protocol

Jadi, sesuai dengan janjiku pada tulisanku yang lalu, inilah bukti itu, supaya kamu bisa percaya.

Gambar ini aku ambil pada tanggal 3 Juni 2012, pukul 18.12 di Wifi Area SMA Negeri 1 Rembang. Banyaknya orang yang sedang online bersama dengan aku pada waktu itu hanya satu orang, yaitu Pak Suroso penjaga malam yang baru datang bersama laptopnya.

Ini adalah sebuah bukti yang nyata. Pada dasarnya, sistem operasi tidak begitu mempengaruhi. Ternyata yang berpengaruh besar adalah banyak sedikitnya orang yang online pada satu wilayah (baik wilayah LAN, maupun nirkabel).

Harapanku, semoga semakin banyak orang yang menggunakan protokol BitTorrent. Karena dengan BitTorrent mereka dapat berbagi dengan yang lain.

ArpOn: Penangkal Netcut Untuk Ubuntu Linux

Netcut, siapa yang tidak mengenal aplikasi ini. Netcut terdiri atas dua kata: "Net" yang artinya jaringan, dan "cut" yang artinya potong. Jadi, Netcut adalah aplikasi untuk menghentikan orang untuk beraktifitas dalam jaringan. Netcut ini dipakai di lingkungan pengguna Windows. Sekarang, kita masuk ke pokok permasalahan.
Netcut ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka iseng. Biasanya orang yang senang nongkrong di wifi area, sedang mengunduh file-file besar, yang ingin cepat selesai, dan merasa seluruh bandwith di tempat itu adalah kepunyaanya. Egois sekali, bukan? Jelas, orang pasti tidak akan suka.

Untuk menangkal orang-orang yang seperti itu, kita harus memiliki ArpOn. ArpOn adalah penangan daemon portabel yang membuat protokol ARP aman untuk menghindari Serangan Man In The Midle (MITM) melalui ARP Spoofing, ARP Cache Poisoning atau serangan ARP Poison Routing (APR). ArpOn juga memblok serangan turunannya, antara lain sniffing, Hijacking, Injection, Filtering & kawan-kawanya untuk serangan turunan yang lebih kompleks, seperti: DNS Spoofing, WEB Spoofing, Session Hijacking and SSL/TLS Hijacking & kawan-kawanya.[1]

Langsung saja ya. Jadi, apabila di laptop atau komputernya belum terinstal arpOn, maka dapat diinstal. Seperti biasa buka terminalnya.
sudo apt-get install arpon
Jangan lupa ya, kalo menginstal dengan perintah ini, harus terkoneksi internet.

Setelah proses instalasi selesai, jangan di tutup dulu terminalnya. Ketik ini.
sudo gedit /etc/default/arpon
sehingga muncul pengedit teks.

Perbaiki teks itu, sehingga menjadi seperti ini,
# Defaults for arpon initscript
# sourced by /etc/init.d/arpon
# installed at /etc/default/arpon by the maintainer scripts


# You must choose between static ARP inspection (SARPI) and
# dynamic ARP inspection (DARPI)
#
# For SARPI uncomment the following line
# DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -s"

# For DARPI uncomment the following line
DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -y"

# Modify to RUN="yes" when you are ready
RUN="yes"
[2]
lihatlah secara teliti, ya.

Penggunaannya, silakan ketik $ sudo arpon --help
Jalankan ArpOn pada waktu tersambung internet.
sudo arpon -y eht0 -d
Semoga bermanfaat.

Catatan Kaki

[1] http://arpon.sourceforge.net/
[2] Forum Ubuntu Indonesia

Mengupgrade Ubuntu Menggunakan Alternate ISO

Ubuntu adalah salah satu distribusi terkenal dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Akulah salah satu pengguna Ubuntu. Pada hari ini, aku akan menuliskan langkah demi langkah bagaimana mengupgrade Ubuntu menggunakan Alternate ISO. Selamat menyimak.

Aku mempunyai beberapa alasan mengapa aku menulis ini.
  1. Mengingat bahwa di rumahku jaringan internetnya tergolong tidak begitu stabil.
  2. Pengalamanku mengupgrade via jaringan mengasilkan hasil upgrade parsial. Menurut pakar IT yang aku kenal, hasil upgrade parsial itu tidak mengenakkan. Ternyata, faktanya memang iya.
  3. Hasil pencarian dari google.com, ternyata masih kurang artikel tentang ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, sebenarnya artikel ini mengutip dari beberapa hasil pencarian yang berbahasa inggris salah satunya: Community Ubuntu Documentation, dan liberiangeek.net. Pada link-link itu memperlihatkan petunjuk untuk beberapa code name Ubuntu, namun aku pikir tidak masalah andai kata aku memiliki Oneiric Ocelot akan mengupgrade ke Precise Pangolin. Langkahnya sama.
Baiklah langsung saja. Langkah yang pertama adalah silakan untuk mengunduh file *.iso nya.
INGAT!
Unduhlah file iso alternate, bukan file iso desktop biasa. Umumnya, nama filenya adalah ubuntu-**.**-alternate-architecture.iso. misalnya ubuntu-12.04-alternate-i386.iso
Silakan mengunduhnya, dapat melalui server secara langsung, atau melalui protokol BitTorrent. Tetapi, aku sarankan untuk mengunduhnya menggunakan BitTorrent. [1]

Langkah selanjutnya setelah file secara lengkap terunduh, kamu bisa membakarnya dalam CD. Tetapi, apabila kamu tidak mau membuang CD, kamu dapat me-mount-nya.
Bukalah terminalmu, ketik ini
sudo mount -o loop ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso /media/cdrom0
Untuk ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso adalah lokasi file iso aternate-nya.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang memungkinkan kamu untuk mengupgrade menggunakan CD ini.

Kalau tidak muncul secara otomatis, tekan Alt+F2 ketik
gksu "sh /cdrom/cdromupgrade"
Demikianlah, semoga berguna ya.

Catatan Kaki