Arch Linux merupakan salah satu distro Linux yang cukup populer. Meskipun tidak sepopuler Debian, Ubuntu, Linux Mint dan turunannya, Arch Linux populer karena kesederhanaannya, bahkan pada website resminya, Arch Linux tetap berusaha menjadi sederhana.
Jurnal Linuxku: Bootloader pada Arch Linux, Sebuah Pengalaman Pribadi
Sepanjang kuliah magister ini, aku mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan menurutku; semakin mengasah kemampuan dan keahlian yang aku punya. Meskipun aku menjalankannya sebagai hobi saja. Apakah itu? Ya, benar. Hobi otak-atik komputer dan Linux.
Written Agustus 05, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux No commentsJurnal Linuxku: file .bashrc tiba-tiba hilang
Sesuai dengan judulnya, ya. Ini kejadian yang mengagetkan sebenarnya. Satu komputer di tempat kami digunakan dua orang dengan masing-masing akunnya. Salah satu orang itu paham linux dan diberikan akun superuser. Sayangnya, orang itu jarang pakai; bahkan sampai file .bashrc-nya hilang.
Written Mei 23, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, Ubuntu No commentsJurnal Linuxku: Karakter khusus, format subscript dan superscript pada xmgrace
Pada saat ini, aku sedang menulis tesis. Seperti karya ilmiah pada umumnya, ada proses olah data dan penyajian data. Banyak software yang dapat dipakai untuk olah maupun penyajian data. Aku memilih menggunakan xmgrace, sebab hasil yang diberikan baik dan tampak seperti pada artikel-artikel ilmiah yang terindeks Scopus.
Written Mei 09, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, xmgrace No commentsJurnal Linuxku: Miniconda3 dengan simbolic links between file
Sudah lama tidak update di sini. Jadi ceritanya, saya memang sedang penelitian komputasi. Seperti yang telah diketahui bersama, kalau software komputasi itu memerlukan paket-paket atau lingkungan tertentu agar dapat berjalan dengan baik.
Written Oktober 04, 2023 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
dftb+, Jurnal Linuxku, Linux No commentsJurnal Linuxku: Mengubah file sources.list
Hello, guys! Kali ini, saya akan membahas tentang cara mengubah file sources.list. Ini merupakan lanjutan dari post kemarin, yaitu tentang repository Ubuntu. Sebenarnya ini adalah tulisan yang sudah umum, bahkan bisa juga dicari di blog/website lain. Kali ini akan saya jelaskan untuk Ubuntu.
Written Januari 11, 2022 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, Ubuntu 1 commentJurnal Linuxku: Update Repositori Lokal Ubuntu
Ubuntu belakangan ini mengeluarkan upgrade terbarunya sesuai dengan tradisi setiap bulan oktober dan april, dengan codename Impish Indri. Seperti nama orang, ya? Ini membuat saya penasaran, terutama dengan repository Ubuntu yang ada di Indonesia. Mengapa demikian?
Written Desember 14, 2021 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, Ubuntu No commentsJurnal Linuxku: Kendala Suara pada Focal Fossa (Ubuntu 20.04)
Written Mei 19, 2020 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, Ubuntu No commentsAnalisa tentang pengunduhan ISO Ubuntu dengan zsync
Cerita ngunduh ISO Ubuntu dengan zsync
Kira-kira dua minggu yang lalu, aku sedang ngelesi seorang anak SMA. Dia mengatakan kalau tertarik dengan Linux, lantas dia memintaku untuk mengajarinya. Aktivitasku saat ini adalah mengerjakan penelitian sembari kerja, yaitu ngelesi. Disela-sela ngelesi itu, kami biasa ngobrol hal lain.
Kebetulan murid lesku ini seorang pilot drone dan senang dengan teknologi. Dia sangat terpukau saat aku menunjukkan laptopku yang terinstall Lubuntu Xenial Xerus. Menurutnya, tampilannya mirip dengan salah satu produk Apple.
Dia pun mengungkapkan bahwa sebenarnya ada laptop lama yang tidak dipakai dan bingung sebaiknya diapakan. Akhirnya dia berniat untuk mengisinya dengan Linux dan saya sarankan untuk menggunakan Ubuntu LTS atau turunannya.
Sesampainya di rumah, aku memeriksa file-file ISO Ubuntu atau turunannya yang masih tersimpan dalam HDD. Ternyata file ISO yang tersimpan masih versi lama sehingga terpaksa mengunduhnya.
Memperbaiki Format Hardisk yang Rusak
OK, aku ingin berbagi tentang memperbaiki partitioning Hardisk yang rusak. Partitioning adalah aturan pembagian hard disk. (Wikipedia) Ada bermacam-macam aturan dalam pembagian hard disk ini, antara lain NTFS, FAT, ext, dan lain sebagainya. Dalam komputer membutuhkan pembagian ini, sebab tanpa pembagian ini data tidak dapat disimpan atau komputer tidak dapat boot.
Sebuah masalah muncul dari temanku yang bermasalah dengan hard disk eksternalnya. Menurut keterangannya, hard disknya berubah partitioning-nya menjadi raw. Aku sudah pernah mengalami masalah seperti ini seingatku pada flashdisk-nya Meili. Miliknya belum ter-partisi sempurna. Hanya sebuah dugaan perlakuan hard disk eksternal ini adalah sama, tetapi dengan ukuran yang berbeda saja.
Repositori Unnes
Tetapi untuk Ubuntu, aku sudah membuat list-nya. Pada dasarnya, saya menonaktifkan repositori yang bawaan sejak installasi. Sehingga jadinya seperti ini.
#deb cdrom:[Ubuntu-GNOME 13.10 _Saucy Salamander_ - Release i386 (20131017)]/ saucy main multiverse restricted universe # See http://help.ubuntu.com/community/UpgradeNotes for how to upgrade to # newer versions of the distribution. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy main restricted #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy main restricted deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy main restricted deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy main restricted ## Major bug fix updates produced after the final release of the ## distribution. deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates main restricted deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates main restricted ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu ## team. Also, please note that software in universe WILL NOT receive any ## review or updates from the Ubuntu security team. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy universe #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy universe deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy universe deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy universe deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates universe deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates universe ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu ## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to ## your rights to use the software. Also, please note that software in ## multiverse WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu ## security team. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy multiverse #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy multiverse deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy multiverse deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy multiverse deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates multiverse deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates multiverse ## N.B. software from this repository may not have been tested as ## extensively as that contained in the main release, although it includes ## newer versions of some applications which may provide useful features. ## Also, please note that software in backports WILL NOT receive any review ## or updates from the Ubuntu security team. deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-backports main restricted universe multiverse deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-backports main restricted universe multiverse deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security main restricted deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security main restricted deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security universe deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security universe deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security multiverse deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security multiverse ## Uncomment the following two lines to add software from Canonical's ## 'partner' repository. ## This software is not part of Ubuntu, but is offered by Canonical and the ## respective vendors as a service to Ubuntu users. # deb http://archive.canonical.com/ubuntu saucy partner # deb-src http://archive.canonical.com/ubuntu saucy partner ## This software is not part of Ubuntu, but is offered by third-party ## developers who want to ship their latest software. deb http://extras.ubuntu.com/ubuntu saucy main deb-src http://extras.ubuntu.com/ubuntu saucy main
Jika ingin mengunduh list yang isinya persis diatas, dapat diunduh di sini. Setelah diunduh, buka terminalmu dan ketik ini.
sudo cp lokasi_list_mu /etc/apt/sources.listPERINGATAN: Sebelum melakukan perintah ini, sebaiknya untuk membackup list-mu.
Reposiori ini menurutku masih ada kekurangan. Aku tahu dan mengerti bahwa repositori ini masih dalam taraf pengembangan. Sehingga masih banyak yang perlu dibenahi. Kekurangan dari repositori ini adalah Ubuntu security belum bisa dipakai atau memang belum ada paket-paketnya. Jadi demikianlah tulisanku, apabila ada yang kurang berkenan, aku minta maaf.
Menginstall Modem Huawei E153 pada Slax 7.0.5
Pada akhir bulan ini, aku libur hingga akhir bulan Februari. Wah..., ternyata liburnya anak kuliahan itu lama ya? Yah..., maklumlah baru saja belajar di Perguruan Tinggi, jadi masih banyak yang belum biasa. Liburan ini aku kembali ke kebiasaan isengku, yaitu otak-atik apapun yang ada di sekitarku. Kali ini aku iseng untuk mengotak-atik modemku di Slax.
Suatu kabar gembira bahwa Slax kembali dirilis yang terbaru. Sebab yang dirilis pada saat natal, kemungkinan masih ada bug. Bug itu pada bagian pengaturan boot installer. Boot installer ini bermasalah pada peng-install-an boot pada Ubuntu dan turunannya. Sempat aku bingung, tetapi setelah membaca posting dari Mr. Tomas aku menjadi memahami. Menurut Mr. Tomas Ubuntu adalah distribusi yang rumit. Tetapi tidak masalah, aku sudah mengunduh yang versi yang terbaru.
Baik, kali ini aku mempunyai modem Huawei E153 dan akan aku uji-coba. Kemungkinan cara ini bisa diterapkan pada modem lain.
Pertama, nyalakan komputer, dan boot ke Slax dan buka konsole atau xterm. Setelah itu, colok atau pasang modem. Silakan ketik ini pada Konsole.
lsusbIni untuk mendeteksi apakah modem sudah tersambung (terdeteksi) atau belum. Setelah diketikan itu, keluarlah tulisan ini.
Bus 001 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching HubYang aku beri tanda tulisan tebal, itu adalah device-ku. Lalu, disini dapat kita catat bahwa vendorID=12d1 dan productID=14ac. Lalu, pada Konsole, ketikan ini.
Bus 002 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 007: ID 12d1:14ac Huawei Technologies Co., Ltd.
Bus 001 Device 004: ID 0a5c:21bc Broadcom Corp. BCM2070 Bluetooth 2.1 + EDR
Bus 001 Device 005: ID 0c45:643e Microdia
Bus 002 Device 003: ID 1307:0165 Transcend Information, Inc. 2GB/4GB Flash Drive
dmesgItu menunjukan kepada kita informasi tentang device yang terhubung ke komputer kita. Memang, saking banyaknya device informasinya banyak pula. Kemudian carilah yang menggambarkan/menampakan device kita. Kebetulan yang menggambarkan punyaku yang seperti ini.
...Dari sini dapat kita catat bahwa lokasi modem kita pada /dev/ttyUSB0, /dev/ttyUSB1, dan /dev/ttyUSB2. Diantara ketiga itu, kita harus mencoba satu per satu.
USB Serial support registered for GSM modem (1-port)
option 5-2:1.0: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
option 5-2:1.1: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
option 5-2:1.2: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
...
Setelah bermain (proses) dengan Konsole, kita menggunakan KPPP sebagai dialler. Klik configure-modems-new. Di situ, tulis nama modem, dan gantilah lokasi modem dengan lokasi yang telah kita dapat. Lakukan setting account. Klik Connect. Cobalah satu per satu untuk lokasi modem, apabila belum berhasil.
Demikian, semoga berguna.
Membongkar-Pasang File *.pdf di Ubuntu
Masalah dimulai pada waktu pengumpulan dengan format e-book. Seperti yang kita tahu, bahwa e-book pada umumnya memiliki format *.pdf (meskipun ada format yang lain selain itu). Bapaku kebingungan, bagaimana mengubahnya dan menyatukannya. Sebab, Bapak membangun tesis-nya dengan menggunakan Microsoft Office Word dan Excel 2007. Microsoft belum memasukkan teknologi konversi file Microsoft Office ke *.pdf (setahuku, itu baru dimasukan di versi 2010-nya). Lalu, aku berkata kepada bapaku, "Itu gampang, pak. Serahkan semua padaku, bapak tinggal duduk. Kalau sudah jadi tinggal check." "Lho?! tapi nanti dijadikan satu file e-book ya." "Bisa diatur, pak klo yang itu." Bagaimanakah caranya? Inilah dia.
Sebelumnya, aku hanya menuliskan secara global-nya saja. Masalah nama file, itu bisa jadi berbeda.
- Pertama-tama, yang jelas semua file harus sudah berformat *.pdf. Andaikata ada yang belum berformat *.pdf, dikonversi dulu ya. Untuk konverter online, aku sarankan menggunakan convertonlinefree.com.
- Software yang aku gunakan adalah pdftk. Bagi yang komputernya belum terinstall pdftk, silakan di install dulu lewat terminal.
sudo apt-get install pdftk
Oh..., iya jangan lupa ya, harus terkoneksi dengan internet. - Misalkan kamu mau membongkar file *.pdf, buatlah satu folder kosong dan tempatkan file itu di dalam folder kosong itu.
- Kembali, bukalah terminalmu, ketiklah ini.
cd ~/nama_folder_lokasi_file
pdftk nama-file.pdf burst- Pertama kita harus memindah direktori terminal kita ke tempat file yang akan kita bongkar. Pada umumnya, terminal memiliki direktori standar /home/nama_pengguna. Memindah direktorinya menggunakan perintah cd.
- Dengan mengetikan perintah, setelah perintah cd, maka file *.pdf-mu akan terbagi-bagi per halaman satu file *.pdf. Disitulah kamu dapat mengubah halaman-halamannya.
- Setelah itu, silakan untuk mengubah-ubah halamannya. Terserah padamu untuk mengubahnya. Mengubahnya itu bukan editing kontennya, tetapi berupa urutan, atau halaman.
- Setelah puas mengubah-ubah, mari kita satukan lagi menjadi satu file. Caranya masuk ke jendela terminalmu, dan ketikan ini.
pdftk fileA.pdf fileB.pdf cat output namafilejadi.pdf
Yang dicetak tebal dapat diubah sesuai dengan kebutuhan. - Jadilah file *.pdf-mu jadi satu.
Yang perlu diperhatikan adalah:
- Penggunaan lambang asterik *.pdf. Lambang ini dapat mewakili semua file yang berekstensi .pdf. Jadi, pada saat menyatukan file-file .pdf, harap berhati-hati dan diteliti kembali isi foldernya.
- Urutan file. Ketika kamu menulis perintah untuk menyatukan file-file .pdf, nama file yang pertama kamu tulis adalah file pertama. nama file kedua yang kamu tulis adalah file ke-2, begitu seterusnya.
pdftk c.pdf a.pdf b.pdf cat output jadi.pdf
Halaman yang pertama yang terjadi adalah halaman pertama dari file c.pdf.
Demikianlah cerita dan pengalaman yang dapat aku bagi. Terima kasih, semoga dapat membantu.
Written Desember 28, 2012 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Cerita, Linux, Ubuntu No commentsSlax Kembali Aktif
Ini adalah terjemahan beritanya dalam Bahasa Indonesia:Ini adalah kabar gembira bagiku. Sebab, meskipun aku murni menggunakan Ubuntu sebagai distribusi yang sudah aku pilih, tetapi Slax adalah distribusi yang aku perlukan juga. Kepentinganku disini adalah untuk dapat "membawa" ke mana-mana distribusi lengkap Linux yang dapat dimainkan via penyimpan mini. Ini sangat menguntungkan bagiku. Aku juga percaya bahwa pengguna Linux adalah orang yang mau berkembang, sehingga tidak cukuplah hanya tahu satu jenis distribusi.
Tomáš Matějíček telah mengumumkan rilis Slax 7.0.1, update dan perbaikan bug dari live CD berbasis Slackware: "Untuk itu siapa yang tidak dapat meninggalkan komputernya selama natal (Saya salah satu dari mereka tampaknya), ini adalah update untuk Slax, versi 7.0.1. Perubahan memasukan banyak perbaikan bug, kernel upgrade, dukungan Broadcom SoftMac, dan dukungan mode teks untuk pemetaan keyboard dan jenis hurup. Raw changelog: Perbaikan double-klik pada bar lokasi di Firefox; perbaikan Slax buildscript download, itu tidak bekerja pada subdirektori dengan spasi; memperkenalkan bashrc dengan warna untuk Konsole; Xterm tidak lagi membutuhkan helper di xtrem.bin,; mengijinkan undersore dan tanda tambah dalam nama buildscript; perbaikan deaktifasi modul yang diaktifkan otomatis selama boot; diupgrade ke Kernel Linux 3.6.11...."
Kalau yang ini, versi aslinya:
Tomáš Matějíček has announced the release of Slax 7.0.1, a bug-fix update of the Slackware-based live CD: "For those who can't leave their computers even during Christmas (as I am apparently one of them), here is an update for Slax, version 7.0.1. Changes include mostly bug fixes, kernel upgrade, Broadcom SoftMac support, and textmode support for keyboard mapping and fonts. Raw changelog: Fixed double-click on location bar in Firefox; fixed Slax buildscript download, it was not working in a subdirectory with spaces; introduced bashrc with colors for Konsole; Xterm no longer needs helper in xterm.bin,; allow underscore and plus sign characters in buildscript names; fixed deactivation of modules which were activated automatically during boot; upgraded to Linux Kernel 3.6.11...."
source: distrowatch.com
Apabila kamu ingin tahu yang lebih tentang Slax, secara singkat dapat aku uraikan disini. Slax adalah sebuah sistem operasi Linux yang dapat di-boot dari CD yang berdasarkan pada Slackware, didesain dengan pendekatan modular. Selain ukurannya yang kecil, Slax menyediakan sekumpulan besar pre-installed software untuk penggunaan sehari-hari, termasuk juga GUI yang terorganisasi dengan baik dan sangat berguna untuk alat pemulihan bagi administrator sistem.
Dengan kembalinya Slax ke dunia opensource ini, mari kita lebih kembangkan sayap open source yang bebas. Bagi kamu yang ingin melihat catatan rilis secara lengkap, silakan klik di sini. Tambahan, Catatan rilis ini berbahasa Inggris.
PRIOS: Distribusi Linux-nya Pramuka
PRIOS adalah singkatan dari Pramuka Is Open Source. PRIOS adalah hasil kreatifitas Kakak-kakak yang mencoba membuat sebuah turunan distribusi baru.
Gerakan Pramuka yang berdiri 51 tahun yang lalu, adalah organisasi yang dinamis sesuai dengan perkembangan jaman. Selain metode pendidikan yang terus berkembang, juga dengan kegiatannya. Salah satu kegiatan yang berhubungan dengan teknologi adalah JOTA-JOTI. Inilah bukti bahwa Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang dinamis.
Ada pula Proyek Linux yang dikembangkan khusus diperuntukan bagi Pramuka dan Gerakan Pramuka. Yaitu Proyek PRIOS. Proyek PRIOS dimulai dengan latar belakang IGOS (Indonesia Go Open Source) dan dari sini dicetuskan untuk membuat sebuah kegiatan di bidang teknologi informasi, membangun sebuah distribusi baru yang berbasiskan Linux. PRIOS diturunkan dari PCLinuxOS, dengan menambahkan beberapa paket-paket yang disesuaikan dengan kebutuhan Pramuka. Paket-paket itu ditambahkan dengan tujuan untuk membantu dalam kegiatan teknologi (JOTA-JOTI), dan membantu administrasi.
Secara garis besar, PRIOS akan aku jelaskan di sini. Meskipun aku belum pernah mencoba PRIOS, Aku akan berusaha memperkenalkan dan "mempromosikan" PRIOS. PRIOS menggunakan KDE sebagai lingkungan desktopnya. Paket-paket di dalamnya tergolong standar, tetapi dengan beberapa tambahan yaitu paket PRIOS. Isi dari paket PRIOS adalah berupa dokumentasi PRIOS 2008, Logo Pramuka Indonesia, Lagu-lagu Pramuka, dan semua tentang Pramuka. Perangkat Office menggunakan OpenOffice.Org, dari segi peramban web menggunakan Mozilla Firefox.
Aplikasi IRC menggunakan X-Chat(aplikasi untuk JOTI di Linux). Pembaca file *.pdf, ada KPDF 0.5.7, ada pula amarok sebagai pemutar mp3.
Saya secara pribadi, sangat mendukung adanya PRIOS. Namun, aku tidak tahu apakah Proyek ini masih berjalan atau tidak. Aku yang pengguna Linux dan seorang Pramuka, juga ingin menggunakan PRIOS. Andaikata aku pemimpin proyek ini, aku ingin sekali mengembangkan Gerakan Pramuka melalui Open Source. Akhirnya, Satu Pramuka untuk Satu Indonesia.
Daftar Link Majalah Lama "InfoLinux"
Wah..., jadinya curhat deh. hehehe. OK. Langsung ke TKP.
Setelah aku berjalan-jalan, dan tanya dengan Mbah Google, akhirnya aku mendapatkan juga. Sebenarnya aku mencari majalah-majalah lama Info Linux. Aku pikir sudah tidak ada lagi, eh..., ternyata ketemu di Yogyakarta.
Ternyata, di Repositori UGM ada. Alangkah senangnya hatiku. Aku tidak membutuhkan beritanya, yang aku butuhkan hanyalah ilmunya. Ilmu tidak akan pernah busuk dan berkarat. Itu menurutku. Di bawah ini link-linknya:
InfoLinux 2007
- Binder InfoLinux 01-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 02-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 03-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 04-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 05-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 06-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 07-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 08-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 09-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 10-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 11-2007 (via FTP)
- Binder InfoLinux 12-2007 (via FTP)
InfoLinux 2008
- Binder InfoLinux 01-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 02-2008 (via FTP) | Binder Buku Linux Networking 02-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 03-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 04-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 05-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 06-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 07-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 08-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 09-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 10-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 11-2008 (via FTP) | Binder Buku Linux Nusantara 11-2008 (via FTP)
- Binder InfoLinux 12-2008 (via FTP)
InfoLinux 2009
- Binder InfoLinux 01-2009 (via FTP) | Binder Buku BlankOn InfoLinux 01-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 02-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 03-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 04-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 05-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 06-2009 (via FTP) | Binder Buku Red Hat (InfoLinux 06-2009) (via FTP)
- Binder InfoLinux 07-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 08-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 09-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 10-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 11-2009 (via FTP)
- Binder InfoLinux 12-2009 (via FTP)
InfoLinux 2010
- Binder InfoLinux 01-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 02-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 03-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 04-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 05-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 06-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 07-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 08-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 09-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 10-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 11-2010 (via FTP)
- Binder InfoLinux 12-2010 (via FTP)
Keterangan Tambahan
Untuk Binder InfoLinux 2007, binder tidak dijadikan satu bendel file ekstensi *.pdf. Namun terpecah-pecah sesuai dengan rubrik-rubriknya. Jadi, link-link yang aku tulis di atas menyambungkan kamu ke server UGM.Demikianlah yang dapat aku tulis saat ini. Semoga dapat berguna bagimu.
Bukti: Kecepatan Unduh BitTorrent Protocol

Ini adalah sebuah bukti yang nyata. Pada dasarnya, sistem operasi tidak begitu mempengaruhi. Ternyata yang berpengaruh besar adalah banyak sedikitnya orang yang online pada satu wilayah (baik wilayah LAN, maupun nirkabel).
Harapanku, semoga semakin banyak orang yang menggunakan protokol BitTorrent. Karena dengan BitTorrent mereka dapat berbagi dengan yang lain.
ArpOn: Penangkal Netcut Untuk Ubuntu Linux
Netcut ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka iseng. Biasanya orang yang senang nongkrong di wifi area, sedang mengunduh file-file besar, yang ingin cepat selesai, dan merasa seluruh bandwith di tempat itu adalah kepunyaanya. Egois sekali, bukan? Jelas, orang pasti tidak akan suka.
Untuk menangkal orang-orang yang seperti itu, kita harus memiliki ArpOn. ArpOn adalah penangan daemon portabel yang membuat protokol ARP aman untuk menghindari Serangan Man In The Midle (MITM) melalui ARP Spoofing, ARP Cache Poisoning atau serangan ARP Poison Routing (APR). ArpOn juga memblok serangan turunannya, antara lain sniffing, Hijacking, Injection, Filtering & kawan-kawanya untuk serangan turunan yang lebih kompleks, seperti: DNS Spoofing, WEB Spoofing, Session Hijacking and SSL/TLS Hijacking & kawan-kawanya.[1]
Langsung saja ya. Jadi, apabila di laptop atau komputernya belum terinstal arpOn, maka dapat diinstal. Seperti biasa buka terminalnya.
sudo apt-get install arponJangan lupa ya, kalo menginstal dengan perintah ini, harus terkoneksi internet.
Setelah proses instalasi selesai, jangan di tutup dulu terminalnya. Ketik ini.
sudo gedit /etc/default/arponsehingga muncul pengedit teks.
Perbaiki teks itu, sehingga menjadi seperti ini,
# Defaults for arpon initscript[2]
# sourced by /etc/init.d/arpon
# installed at /etc/default/arpon by the maintainer scripts
# You must choose between static ARP inspection (SARPI) and
# dynamic ARP inspection (DARPI)
#
# For SARPI uncomment the following line
# DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -s"
# For DARPI uncomment the following line
DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -y"
# Modify to RUN="yes" when you are ready
RUN="yes"
lihatlah secara teliti, ya.
Penggunaannya, silakan ketik $ sudo arpon --help
Jalankan ArpOn pada waktu tersambung internet.
sudo arpon -y eht0 -dSemoga bermanfaat.
Catatan Kaki
[1] http://arpon.sourceforge.net/[2] Forum Ubuntu Indonesia
Mengupgrade Ubuntu Menggunakan Alternate ISO
Aku mempunyai beberapa alasan mengapa aku menulis ini.
- Mengingat bahwa di rumahku jaringan internetnya tergolong tidak begitu stabil.
- Pengalamanku mengupgrade via jaringan mengasilkan hasil upgrade parsial. Menurut pakar IT yang aku kenal, hasil upgrade parsial itu tidak mengenakkan. Ternyata, faktanya memang iya.
- Hasil pencarian dari google.com, ternyata masih kurang artikel tentang ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, sebenarnya artikel ini mengutip dari beberapa hasil pencarian yang berbahasa inggris salah satunya: Community Ubuntu Documentation, dan liberiangeek.net. Pada link-link itu memperlihatkan petunjuk untuk beberapa code name Ubuntu, namun aku pikir tidak masalah andai kata aku memiliki Oneiric Ocelot akan mengupgrade ke Precise Pangolin. Langkahnya sama.
INGAT!Silakan mengunduhnya, dapat melalui server secara langsung, atau melalui protokol BitTorrent. Tetapi, aku sarankan untuk mengunduhnya menggunakan BitTorrent. [1]
Unduhlah file iso alternate, bukan file iso desktop biasa. Umumnya, nama filenya adalah ubuntu-**.**-alternate-architecture.iso. misalnya ubuntu-12.04-alternate-i386.iso
Langkah selanjutnya setelah file secara lengkap terunduh, kamu bisa membakarnya dalam CD. Tetapi, apabila kamu tidak mau membuang CD, kamu dapat me-mount-nya.
Bukalah terminalmu, ketik iniUntuk ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso adalah lokasi file iso aternate-nya.
sudo mount -o loop ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso /media/cdrom0
Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang memungkinkan kamu untuk mengupgrade menggunakan CD ini.
Kalau tidak muncul secara otomatis, tekan Alt+F2 ketik
gksu "sh /cdrom/cdromupgrade"Demikianlah, semoga berguna ya.