Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan

Jurnal Linuxku: lebih mudah ganti repository Noble Numbat

Pada waktu itu, salah satu peneliti di pusat studi tempat saya mengerjakan tesis. Ada seorang mahasiswa doktoral yang merasa kapok menggunakan WSL (Windows Subsystem for Linux). Dia berkata padaku, "Kapan ada waktu? Saya minta tolong untuk diinstallkan Ubuntu." Jawabku kepadanya, "Harus hari ini, kah? Mendadak banget, pak. Saya tidak bawa flashdisk berisi installer." Dia menginginkan untuk secepatnya diinstallkan Ubuntu. Dia ingin penelitiannya segera selesai. Saya mengatakan, "Ini memerlukan flashdisk kosong dan file *.iso Ubuntu." Saya mengira, dia tidak memiliki salah satu dari kedua benda yang saya sebutkan itu, namun dia telah memilikinya.

Jurnal Linuxku: file .bashrc tiba-tiba hilang

Sesuai dengan judulnya, ya. Ini kejadian yang mengagetkan sebenarnya. Satu komputer di tempat kami digunakan dua orang dengan masing-masing akunnya. Salah satu orang itu paham linux dan diberikan akun superuser. Sayangnya, orang itu jarang pakai; bahkan sampai file .bashrc-nya hilang.

Jurnal Linuxku: Mengubah file sources.list

Hello, guys! Kali ini, saya akan membahas tentang cara mengubah file sources.list. Ini merupakan lanjutan dari post kemarin, yaitu tentang repository Ubuntu. Sebenarnya ini adalah tulisan yang sudah umum, bahkan bisa juga dicari di blog/website lain. Kali ini akan saya jelaskan untuk Ubuntu.

Jurnal Linuxku: Update Repositori Lokal Ubuntu

Ubuntu belakangan ini mengeluarkan upgrade terbarunya sesuai dengan tradisi setiap bulan oktober dan april, dengan codename Impish Indri. Seperti nama orang, ya? Ini membuat saya penasaran, terutama dengan repository Ubuntu yang ada di Indonesia. Mengapa demikian?

Jurnal Linuxku: Kendala Suara pada Focal Fossa (Ubuntu 20.04)

Tanggal 18 Mei yang lalu, aku benar-benar terkejut ketika mengetahui bahwa laptopku tidak bisa mengeluarkan suara. Padahal baru saja aku mengupgrade-nya dari Bionic Beaver ke Focal Fossa dengan perjuangan. Aku sebut sebagai perjuangan, karena memang aku perlu mengosongkan partisi rootku (/) hingga sekitar 8,5 GB. Banyak yang memang tidak perlu, aku uninstall. Akhirnya berhasil, tanpa halangan yang berarti.

Analisa tentang pengunduhan ISO Ubuntu dengan zsync

Setelah mengunduh ISO Ubuntu dengan zsync, tergelitik untuk membuat analisisnya. Latar belakang analisis ini adalah pertama proses unduh yang lama, karena pengunduhan tidak menggunakan repository lokal (contoh kasus untuk mengunduh lubuntu, yang ternyata tidak dimasukan dalam daftar proses mirroring repository lokal Indonesia), padahal kita mendapatkan file *.zsync dari repositori lokal. Sehingga timbul pertanyaan bahwa apakah mungkin menggunakan zsync tetapi mengunduhnya dari repository lokal. Dapatkah kita mengganti URL-nya dengan URL dari repository lain? Kedua, ketika menghentikan pengunduhan maka muncul file sementara dengan ekstensi *.part. Ekstensi file sementara sama dengan ekstensi file sementara torrent untuk BitTorrent client transmission. Lantas, bisakah melanjutkan pengunduhan menggunakan torrent? Bisakah file torrent dijadikan file bibit unduhan zsync?

Cerita ngunduh ISO Ubuntu dengan zsync

Kira-kira dua minggu yang lalu, aku sedang ngelesi seorang anak SMA. Dia mengatakan kalau tertarik dengan Linux, lantas dia memintaku untuk mengajarinya. Aktivitasku saat ini adalah mengerjakan penelitian sembari kerja, yaitu ngelesi. Disela-sela ngelesi itu, kami biasa ngobrol hal lain.

Kebetulan murid lesku ini seorang pilot drone dan senang dengan teknologi. Dia sangat terpukau saat aku menunjukkan laptopku yang terinstall Lubuntu Xenial Xerus. Menurutnya, tampilannya mirip dengan salah satu produk Apple.

Dia pun mengungkapkan bahwa sebenarnya ada laptop lama yang tidak dipakai dan bingung sebaiknya diapakan. Akhirnya dia berniat untuk mengisinya dengan Linux dan saya sarankan untuk menggunakan Ubuntu LTS atau turunannya.

Sesampainya di rumah, aku memeriksa file-file ISO Ubuntu atau turunannya yang masih tersimpan dalam HDD. Ternyata file ISO yang tersimpan masih versi lama sehingga terpaksa mengunduhnya.

Repositori Unnes

Dengan gembira aku menyambut sebuah repositori Linux yang dipunyai Universitas Negeri Semarang. Untuk saat ini baru bisa tiga distribusi yang dapat di repositori-kan melalui repo Unnes. Tiga distribusi itu adalah Debian, Ubuntu dan BlankOn. Lalu, bagaimana caranya? silakan baca link ini, untuk pengguna BlankOn. Pada dasarnya sih sama saja ya antara BlankOn dengan Ubuntu untuk masalah arsitektur list-nya. Untuk perbandingan keduanya, dapat saya perjelas dalam posting-posting berikutnya.

Tetapi untuk Ubuntu, aku sudah membuat list-nya. Pada dasarnya, saya menonaktifkan repositori yang bawaan sejak installasi. Sehingga jadinya seperti ini.

#deb cdrom:[Ubuntu-GNOME 13.10 _Saucy Salamander_ - Release i386 (20131017)]/ saucy main multiverse restricted universe # See http://help.ubuntu.com/community/UpgradeNotes for how to upgrade to # newer versions of the distribution. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy main restricted #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy main restricted deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy main restricted deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy main restricted ## Major bug fix updates produced after the final release of the ## distribution. deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates main restricted deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates main restricted ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu ## team. Also, please note that software in universe WILL NOT receive any ## review or updates from the Ubuntu security team. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy universe #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy universe deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy universe deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy universe deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates universe deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates universe ## N.B. software from this repository is ENTIRELY UNSUPPORTED by the Ubuntu ## team, and may not be under a free licence. Please satisfy yourself as to ## your rights to use the software. Also, please note that software in ## multiverse WILL NOT receive any review or updates from the Ubuntu ## security team. #deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy multiverse #deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy multiverse deb http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy multiverse deb-src http://repo.unnes.ac.id/iso/repo3/ubuntu/ saucy multiverse deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates multiverse deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-updates multiverse ## N.B. software from this repository may not have been tested as ## extensively as that contained in the main release, although it includes ## newer versions of some applications which may provide useful features. ## Also, please note that software in backports WILL NOT receive any review ## or updates from the Ubuntu security team. deb http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-backports main restricted universe multiverse deb-src http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ saucy-backports main restricted universe multiverse deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security main restricted deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security main restricted deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security universe deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security universe deb http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security multiverse deb-src http://security.ubuntu.com/ubuntu saucy-security multiverse ## Uncomment the following two lines to add software from Canonical's ## 'partner' repository. ## This software is not part of Ubuntu, but is offered by Canonical and the ## respective vendors as a service to Ubuntu users. # deb http://archive.canonical.com/ubuntu saucy partner # deb-src http://archive.canonical.com/ubuntu saucy partner ## This software is not part of Ubuntu, but is offered by third-party ## developers who want to ship their latest software. deb http://extras.ubuntu.com/ubuntu saucy main deb-src http://extras.ubuntu.com/ubuntu saucy main

Jika ingin mengunduh list yang isinya persis diatas, dapat diunduh di sini. Setelah diunduh, buka terminalmu dan ketik ini.

sudo cp lokasi_list_mu /etc/apt/sources.list
PERINGATAN: Sebelum melakukan perintah ini, sebaiknya untuk membackup list-mu.

Reposiori ini menurutku masih ada kekurangan. Aku tahu dan mengerti bahwa repositori ini masih dalam taraf pengembangan. Sehingga masih banyak yang perlu dibenahi. Kekurangan dari repositori ini adalah Ubuntu security belum bisa dipakai atau memang belum ada paket-paketnya. Jadi demikianlah tulisanku, apabila ada yang kurang berkenan, aku minta maaf.

Membongkar-Pasang File *.pdf di Ubuntu

Inilah yang paling seru menurutku, yaitu membongkar-pasang. Bagaimana menurutmu? Sedikit cerita dariku. Jadi seperti ini, tanggal 26 Desember 2012 yang lalu, bapaku selesai merevisi tesisnya. Seperti yang kamu tahu, itu adalah syarat untuk lulus pendidikan Strata-2. Bapakku satu almamater denganku, yakni di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Jadi, agar dapat diwisuda, bapak harus mengumpulkan tesis-nya dalam dua bentuk. Yang pertama dalam bentuk cetak, dan bentuk e-book. Memang di UNNES, dengan konservasi-nya sebisa mungkin mengurangi penggunaan kertas. Sehingga menggunakan e-book dalam pengumpulannya.

Masalah dimulai pada waktu pengumpulan dengan format e-book. Seperti yang kita tahu, bahwa e-book pada umumnya memiliki format *.pdf (meskipun ada format yang lain selain itu). Bapaku kebingungan, bagaimana mengubahnya dan menyatukannya. Sebab, Bapak membangun tesis-nya dengan menggunakan Microsoft Office Word dan Excel 2007. Microsoft belum memasukkan teknologi konversi file Microsoft Office ke *.pdf (setahuku, itu baru dimasukan di versi 2010-nya). Lalu, aku berkata kepada bapaku, "Itu gampang, pak. Serahkan semua padaku, bapak tinggal duduk. Kalau sudah jadi tinggal check." "Lho?! tapi nanti dijadikan satu file e-book ya." "Bisa diatur, pak klo yang itu." Bagaimanakah caranya? Inilah dia.

Sebelumnya, aku hanya menuliskan secara global-nya saja. Masalah nama file, itu bisa jadi berbeda.

  1. Pertama-tama, yang jelas semua file harus sudah berformat *.pdf. Andaikata ada yang belum berformat *.pdf, dikonversi dulu ya. Untuk konverter online, aku sarankan menggunakan convertonlinefree.com.
  2. Software yang aku gunakan adalah pdftk. Bagi yang komputernya belum terinstall pdftk, silakan di install dulu lewat terminal.
    sudo apt-get install pdftk
    Oh..., iya jangan lupa ya, harus terkoneksi dengan internet.
  3. Misalkan kamu mau membongkar file *.pdf, buatlah satu folder kosong dan tempatkan file itu di dalam folder kosong itu.
  4. Kembali, bukalah terminalmu, ketiklah ini.
    cd ~/nama_folder_lokasi_file
    pdftk nama-file.pdf burst
    • Pertama kita harus memindah direktori terminal kita ke tempat file yang akan kita bongkar. Pada umumnya, terminal memiliki direktori standar /home/nama_pengguna. Memindah direktorinya menggunakan perintah cd.
    • Dengan mengetikan perintah, setelah perintah cd, maka file *.pdf-mu akan terbagi-bagi per halaman satu file *.pdf. Disitulah kamu dapat mengubah halaman-halamannya.
  5. Setelah itu, silakan untuk mengubah-ubah halamannya. Terserah padamu untuk mengubahnya. Mengubahnya itu bukan editing kontennya, tetapi berupa urutan, atau halaman.
  6. Setelah puas mengubah-ubah, mari kita satukan lagi menjadi satu file. Caranya masuk ke jendela terminalmu, dan ketikan ini.
    pdftk fileA.pdf fileB.pdf cat output namafilejadi.pdf
    Yang dicetak tebal dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.
  7. Jadilah file *.pdf-mu jadi satu.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Penggunaan lambang asterik *.pdf. Lambang ini dapat mewakili semua file yang berekstensi .pdf. Jadi, pada saat menyatukan file-file .pdf, harap berhati-hati dan diteliti kembali isi foldernya.
  2. Urutan file. Ketika kamu menulis perintah untuk menyatukan file-file .pdf, nama file yang pertama kamu tulis adalah file pertama. nama file kedua yang kamu tulis adalah file ke-2, begitu seterusnya.
    pdftk c.pdf a.pdf b.pdf cat output jadi.pdf
    Halaman yang pertama yang terjadi adalah halaman pertama dari file c.pdf.

Demikianlah cerita dan pengalaman yang dapat aku bagi. Terima kasih, semoga dapat membantu.

Bukti: Kecepatan Unduh BitTorrent Protocol

Jadi, sesuai dengan janjiku pada tulisanku yang lalu, inilah bukti itu, supaya kamu bisa percaya.

Gambar ini aku ambil pada tanggal 3 Juni 2012, pukul 18.12 di Wifi Area SMA Negeri 1 Rembang. Banyaknya orang yang sedang online bersama dengan aku pada waktu itu hanya satu orang, yaitu Pak Suroso penjaga malam yang baru datang bersama laptopnya.

Ini adalah sebuah bukti yang nyata. Pada dasarnya, sistem operasi tidak begitu mempengaruhi. Ternyata yang berpengaruh besar adalah banyak sedikitnya orang yang online pada satu wilayah (baik wilayah LAN, maupun nirkabel).

Harapanku, semoga semakin banyak orang yang menggunakan protokol BitTorrent. Karena dengan BitTorrent mereka dapat berbagi dengan yang lain.

Mengupgrade Ubuntu Menggunakan Alternate ISO

Ubuntu adalah salah satu distribusi terkenal dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Akulah salah satu pengguna Ubuntu. Pada hari ini, aku akan menuliskan langkah demi langkah bagaimana mengupgrade Ubuntu menggunakan Alternate ISO. Selamat menyimak.

Aku mempunyai beberapa alasan mengapa aku menulis ini.
  1. Mengingat bahwa di rumahku jaringan internetnya tergolong tidak begitu stabil.
  2. Pengalamanku mengupgrade via jaringan mengasilkan hasil upgrade parsial. Menurut pakar IT yang aku kenal, hasil upgrade parsial itu tidak mengenakkan. Ternyata, faktanya memang iya.
  3. Hasil pencarian dari google.com, ternyata masih kurang artikel tentang ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, sebenarnya artikel ini mengutip dari beberapa hasil pencarian yang berbahasa inggris salah satunya: Community Ubuntu Documentation, dan liberiangeek.net. Pada link-link itu memperlihatkan petunjuk untuk beberapa code name Ubuntu, namun aku pikir tidak masalah andai kata aku memiliki Oneiric Ocelot akan mengupgrade ke Precise Pangolin. Langkahnya sama.
Baiklah langsung saja. Langkah yang pertama adalah silakan untuk mengunduh file *.iso nya.
INGAT!
Unduhlah file iso alternate, bukan file iso desktop biasa. Umumnya, nama filenya adalah ubuntu-**.**-alternate-architecture.iso. misalnya ubuntu-12.04-alternate-i386.iso
Silakan mengunduhnya, dapat melalui server secara langsung, atau melalui protokol BitTorrent. Tetapi, aku sarankan untuk mengunduhnya menggunakan BitTorrent. [1]

Langkah selanjutnya setelah file secara lengkap terunduh, kamu bisa membakarnya dalam CD. Tetapi, apabila kamu tidak mau membuang CD, kamu dapat me-mount-nya.
Bukalah terminalmu, ketik ini
sudo mount -o loop ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso /media/cdrom0
Untuk ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso adalah lokasi file iso aternate-nya.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang memungkinkan kamu untuk mengupgrade menggunakan CD ini.

Kalau tidak muncul secara otomatis, tekan Alt+F2 ketik
gksu "sh /cdrom/cdromupgrade"
Demikianlah, semoga berguna ya.

Catatan Kaki

JOTI Menggunakan XChat

JOTI kepanjangan dari Jamboree On The Internet. JOTI diadakan setiap satu tahun sekali, yaitu pada akhir pekan ke-3 bulan Oktober. JOTI berlangsung bersamaan dengan JOTA (Jamboree On The Air).
JOTI mempergunakan protokol IRC sebagai protokol komunikasi di internet, antara sesama anggota Pramuka di seluruh dunia. Protokol IRC membutuhkan:
  • Server IRC
    Server ini milik WOSM (dalam hal ini untuk ber-JOTI)
  • IRC Client
    Software yang wajib dimiliki anggota Pramuka yang akan berpartisipasi dalam JOTI.
IRC client adalah software yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna lain dengan menggunakan protokol IRC. Sangat banyak jenis dan model IRC client. Mulai dari yang gratis sampai yang berbayar, yang hanya baris perintah hingga yang menggunakan tampilan grafis.
Sekarang yang akan saya bahas adalah IRC client: xchat yang digunakan untuk kegiatan JOTI.Alasan memilih xchat, karena ia memiliki kelebihan:
  • Multiplatform
    Artinya, mendukung berbagai macam sistem operasi.
  • Freeware (memiliki sumber terbuka)
    Artinya, kita tidak perlu membeli softwarenya untuk digunakan selama kita mau, alias gratis.
Jadi, bagi teman-teman Pramuka yang menggunakan Debian, Ubuntu, dan lain-lain yang berbasis Linux, tidak perlu khawatir tidak dapat ikut JOTI lewat komputer atau laptopnya sendiri. Nah, bagi pengguna Windows, juga bisa kok memakai client ini.

Penginstalan Bagi Pengguna Windows

Seperti biasa, pertama-tama instal xchat dengan mengunduhnya di sini.

Penginstalan Bagi Pengguna Debian/Ubuntu

CATATAN PENTING: Untuk menginstal, harus tersambung dengan jaringan internet.
Apabila belum terinstal, instalah terlebih dahulu. Perhatikan langkah-langkah ini!
  1. Buka terminal atau cnsole. (Aplication--Accesories--Terminal)
  2. Ketik:
    sudo apt-get install xchat
  3. Tekan enter, masukan password-mu, tekan enter lagi.
  4. Ikuti, dan ketik "y" dan tekan enter.
  5. tunggu hingga proses instalasi selesai.

Pengaturan JOTI

Untuk ber-JOTI, Pramuka-Pramuka di seluruh dunia berkumpul dalam sebuah server IRC. dan WOSM telah memiliki server sendiri yaitu di scoutlink.net. Jadi, kita harus menyambungkan IRC client ke server itu. Perhatikan cara di bawah ini, cara ini berlaku untuk pengguna Windows maupun Debian/Ubuntu.
  1. Bukalah aplikasinya, sehingga muncul programnya seperti ini.

    Karena aku sering bermain di server scoutlink, maka sudah ada server itu.
    Isilah nickname dengan nick-mu sendiri.
  2. Kemudian, untuk menyambungkan ke server WOSM, klik Add, pada new network pada Networks, dengan nama scoutlink.net. Kita belum bisa ber-JOTI, tapi harus di tautkan ke server. caranya, pada networks klik scoutlink.net, klik edit, sehingga muncul jendela seperti ini.

    buatlah jendela itu sama persis dengan jendela ini.

    klik close.
  3. Keluarlah jendela pertama, klik connect.
Demikianlah. Selamat ber-JOTI, dan semoga bermanfaat.

How to Set Your Mobile Phone as a Modem

Mobile phone is included in the wireless technology. Talking about the wireless technology, It reminded me with my old amateur radio. First amateur radio needs an antenna to send and receive the information. For example, My amateur radio use a simplest antenna. People call it Open dipole antenna. It is made from the long measured wire, and a winding wire.
If you ever use the radio, you will hear the noise beside the vocal. That is my first wireless experience.
Now, Internet. Internet is included in 7 wonders of the world (Based on USA Today). Internet is a new media and it makes the world become smaller than before. Every one know about internet. Internet can be accessed by mobile phone, TV Cable network, coaxial, satellite, etc. Now, I'll tell you about connect your computer to the internet by mobile phone.
Before we begin our adjustment, make sure that you have activated your cellular GPRS (General Packet Radio Service) from your provider.
OK, I think you have activated your cellular GPRS. But, here I'm using UNE (Ubuntu Netbook Edition). I think this tutorial can run on plain Ubuntu or it also can run on the modified Ubuntu. Let's do it!
  1. First, plug your mobile phone.

  2. Then, make sure that you have installed wvdial packets. If you never yet install it, you shall install it.
    There are two ways to install wvdial packets. First, via command line (console). Open your console, then type this:
    sudo apt-get install wvdial

    Second, you can also download the packets. Click here to download the packets.
    P.S. whenever you will install any programs on Linux via console, you must be connected to the internet web.

  3. After you install it, open your console then type this:
    wvdialconf
    so, on your console will appear this:
    Editing `/etc/wvdial.conf’.
    Scanning your serial ports for a modem.
    ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
    ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
    ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
    Modem Port Scan<*1>: S1 S2 S3

    Sorry, no modem was detected! Is it in use by another program?
    Did you configure it properly with setserial?
    It means that there is no modem detected. But, don't worry. It will run properly.

  4. login as a super user:
    sudo -s
    enter your password, and you have been logging in.

  5. Next, type
    lsusb
    then, on your console will appear
    root@ubuntu:~# lsusb
    Bus 002 Device 003: ID 0bda:8198 Realtek Semiconductor Corp.
    Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
    Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 005 Device 005: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc.
    Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 001 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
    Bus 001 Device 002: ID 04f2:b070 Chicony Electronics Co., Ltd
    Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
    Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
    Those are informations. It will inform us about any hardware that have plugged on USB ports.

  6. then type
    modprobe -r usbserial
    after that, type this:
    modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x9004
    Maybe, you will be confused, where we will find those number. OK, read the informations above, and you will get it. Here, I use the mobile phone that it use Qualcomm, Inc. chip.

  7. After that, type
    wvdial
    then will appear:

    --> WvDial: Internet dialer version 1.60
    --> Cannot get information for serial port.
    --> Initializing modem.
    --> Sending: ATZ
    ATZ
    OK
    --> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    OK
    --> Sending: AT
    AT
    OK
    --> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0
    ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0
    OK
    --> Modem initialized.
    --> Sending: ATDT#777
    --> Waiting for carrier.
    ATDT#777
    CONNECT
    --> Carrier detected. Starting PPP immediately.
    --> Starting pppd at Sat Oct 23 14:49:55 2010
    --> Pid of pppd: 16931
    --> Using interface ppp0
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> local IP address 10.224.119.115
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> remote IP address 10.20.31.3
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> primary DNS address 10.17.3.244
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    --> secondary DNS address 10.17.3.252
    --> pppd: ��j ��j ��j Xwj
    you have connected to the internet.

I hope this tutorial can be useful.

Browse Internet with your Terminal

Terminal is very important in Linux. Yes, because without Terminal, our computers can't run perfectly. Terminal also has the (important) function. It is used to interact the user (read: you). It interact with you without the mouse. So, You may use the keyboard and the command. All programs in Linux can be accessed by terminal. In my previous articles, I was accustomed you to use Terminal.
So, now Terminal can be used to browse Internet. Everything can be doing in Terminal. If you want some testimony, I will show you.
  1. First open your Terminal.

  2. Check your Internet connection. You can see the connection indicator or type this command:
    ping ip number
    example:
    ping 192.186.1.255
    after execute this command, you will see your Terminal full with the letter. Oh... no! I can't stop this effect. Don't panic! press Ctrl+C to cancel the command. This way also apply to other.

  3. Now, we must install the package. Type this:
    sudo apt-get install elinks

  4. After that, try it. On your Terminal, type this:
    elinks http://www.google.com/
    so you will find this:It is beautiful, right? But, the scrips can't run here.

How to Format Your USB Storage

Today, I'll compare the storage formating via Microsoft Windows with storage formating via Ubuntu Linux. It's very different.
On Windows, we have served all every think instantly by Microsoft. Just open Windows Explorer, click right, adjust, and finish. This condition is very different with Ubuntu Linux. This is my first time, I format my own USB Flash storage.
The step:
  1. First, plug the flash drive to the USB port.

  2. Second, open Terminal, and up to super user
    Type this:
    sudo -s

  3. Then, check your flash drive location.
    Type this:
    tail -f /var/log/messages

    After you push the enter button, there're many information about your kernel and computer's activities. From there, we can find our flash drive information
    root@phoenix:~# tail -f /var/log/messages
    Jan 3 21:54:46 phoenix kernel: [ 959.199955] scsi7 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices
    Jan 3 21:54:51 phoenix kernel: [ 964.200895] scsi 7:0:0:0: Direct-Access 0.00 PQ: 0 ANSI: 2
    Jan 3 21:54:51 phoenix kernel: [ 964.202867] sd 7:0:0:0: Attached scsi generic sg2 type 0
    Jan 3 21:54:51 phoenix kernel: [ 964.203765] sd 7:0:0:0: [sdb] 1974272 512-byte logical blocks: (1.01 GB/964 MiB)
    Jan 3 21:54:51 phoenix kernel: [ 964.204514] sd 7:0:0:0: [sdb] Write Protect is off
    Jan 3 21:54:52 phoenix kernel: [ 964.209024] sdb: sdb1
    Jan 3 21:54:52 phoenix kernel: [ 964.402148] sd 7:0:0:0: [sdb] Attached SCSI removable disk
    Jan 3 21:56:16 phoenix kernel: [ 1048.593285] r8169: eth0: link up
    Jan 3 21:56:16 phoenix kernel: [ 1048.593329] ADDRCONF(NETDEV_CHANGE): eth0: link becomes ready
    Jan 3 21:56:25 phoenix kernel: [ 1057.749230] lo: Disabled Privacy Extensions

    The letter with bold effect is your flash info. In my computer the location is in sdb1, maybe it may different in your computer.

  4. Next, we must try to format.
    type this:
    mkfs.vfat -F32 -n storagename -I /dev/sdb1

    F32 is the type of your memory format. In this case, there are two difference type of memory format. They are FAT32 and FAT16. FAT32 is used for the disk (not only your flash) with the memory over 256 MB. FAT16 is used for the disk with the memory less than 256 MB.

  5. If you find this after you execute the command:
    mkfs.vfat 3.0.7 (24 Dec 2009)
    mkfs.vfat: /dev/sdb1 contains a mounted file system

    Oh...., don't panic. We must unmount that file.
    umount /dev/sdb1

    Repeat the forth step.


Good Luck! ;)

Make Your Plain Ubuntu to The Penetration Distro

Firstly, Happy new year to all. I hope this new year we will become to a new human. OK, now, talking about the new human, computer users in Internet can become a plain user, and trained user. The differences of those two users is trained user can make and change his or her computer with him/herself.

Maybe everyone want to be the trained user. This is for everyone that want to be a network security.
I found this on kaskus.us. The forum said that if you want to be a "gray hat" or a network security, you do not have to use the Penetrated Distribution. You can do it with your Ubuntu.
First, you must download the key. Backtrack.gpg
Then, open your terminal and write this
wget -q http://archive.offensive-security.com/backtrack.gpg -O- | sudo apt-key add -ok-

This command is used for add the BackTrack key. BackTrack is included in the Penetration Distribution.
Open your sources.list, and add this repository
deb http://archive.offensive-security.com pwnsauce main microverse macroverse restricted universe multiverse

Then type this:
urname@urcomputer:~$ sudo apt-get update

I've try it. But I fail. Here I use UNE (Ubuntu Netbook Edition) Lucid Lynx.
If the lucky in your side, the synaptic will show the penetration utility.
Good Luck!

GNOME + BackTrack = GnackTrack

All People know about BackTrack. BackTrack includes the penetration testing. DistroWatch.com said that this is also include in Linux Distribution.

What is the relation between GnackTrack and BackTrack? The relation is the differentiation. GnackTrack is the evolution from BackTrack. But firstly we will talking about BackTrack. Now, the BackTrack have released its 4 R-2 version. The feature can be seen on here
Now, GNOME. The famous Distribution based on GNOME and Debian is Ubuntu. Ubuntu is aimed for beginner. Like its motto "Ubuntu Linux for human beings". We can conclude that Ubuntu is Linux for beginners.
Okey, GNOME (Ubuntu here) and BackTrack become GnackTrack. GnackTrack is the creation from Matthew Phillips. But, I wonder. Why this distribution has not been indexed in Distrowatch.com.



There's no one local repository mirror its ISO. If you want to download it, You can click here

Source:
GnackTrack homepage

"Naik" bersama Jaunty dengan modem HP ZTEC261

Dari teman-teman, pasti bertanya. Apa maksudnya "naik", naik di sini bukan naik bis, atau onair dalam amatir radio. tetapi berusaha on line. Masih penasaran kan? oke kita kupas.
Untuk pertama kali, saya mempergunakan Jaunty Jackalope. Namun, saya kira sama saja untuk yang lain, misalnya Hardy Heron, Karmic Koala, atau yang lain sebagainya.
Colokan kabel USB Penghubung ke komputer atau netbook. Setelah itu buka terminal (command line di ubuntu)
Setelah itu, install wvdial dengan mengetikan:
sudo apt-get install wvdial

Mengetikan perintah di atas, harus memenuhi persyaratan yaitu terkoneksi internet. Bisa melalui hotspot, atau share jaringan yang lain. Atau bila tidak terkoneksi bisa mengunduh pada link ini. Ekstrak dan install semua file debiannya.
Oke, kita lanjutkan. Bilamana sudah terinstall wvdial, kita akan melakukan cek terhadap modem dengan mengetik:
wvdialconf

sehingga muncul seperti ini:
Editing `/etc/wvdial.conf’.
Scanning your serial ports for a modem.
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
Modem Port Scan<*1>: S1 S2 S3

Sorry, no modem was detected! Is it in use by another program?
Did you configure it properly with setserial?

Ini menandakan bahwa tidak ada modem yang terdeteksi. Jangan khawatir, asalkan sudah tertancap artinya sudah hampir bisa. Kemudian naiklah sebagai super user (root).
Lalu, ketik lsusb sehingga keluar
root@ubuntu:~# lsusb
Bus 002 Device 003: ID 0bda:8198 Realtek Semiconductor Corp.
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 005: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc.
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
Bus 001 Device 002: ID 04f2:b070 Chicony Electronics Co., Ltd
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

ada beberapa jenis chip. namun saya kebetulan menggunakan chip Qualcomm, Inc. Hal itu bukanlah menjadi masalah. Kemudian, ketik modprobe -r usbserial
Disusul
modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x9004

Dari mana dapat nomor 05c6 dan 9004? Simple saja, perhatikan ini:
root@ubuntu:~# lsusb
Bus 002 Device 003: ID 0bda:8198 Realtek Semiconductor Corp.
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 005: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc.
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
Bus 001 Device 002: ID 04f2:b070 Chicony Electronics Co., Ltd
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Dari situlah angka-angka itu. Kemudian Ketik wvdial
sehingga terjadi:
root@ubuntu:~# wvdial
--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
ATZ
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
--> Sending: AT
AT
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0
OK
--> Modem initialized.
--> Sending: ATDT#777
--> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT
--> Carrier detected. Starting PPP immediately.
--> Starting pppd at Sat Oct 23 14:49:55 2010
--> Pid of pppd: 16931
--> Using interface ppp0
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> local IP address 10.224.119.115
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> remote IP address 10.20.31.3
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> primary DNS address 10.17.3.244
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> secondary DNS address 10.17.3.252
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj

Artinya sudah terhubung. Dan silakan membuka Mozilla-nya
Namun, apa bila keluar:
root@ubuntu:~# wvdial
--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
~[7f]}#@!}!}!} }/}"}&} } } } }#}%B#}%})h~

Wah..., ada masalah. Namun jangan khawatir, coba matikan modemnya, lalu nyalakan lagi, dan ketik wvdial
Seharusnya sudah berhasil.


Sumber:masdinsite