Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Network. Tampilkan semua postingan

Perkamen: Menambah Link

Pagi ini, aku membuka akun facebook-ku. Ternyata, Roy ulang tahun. Roy itu adalah temanku satu fakultas. Dia dari jurusan matematika. Kami berteman dengan cukup baik.
Sebagai teman yang baik, aku mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Hari ini, dia berulang tahun yang ke-19. Semoga ia menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orang tuanya serta negaranya.
Kebetulan sekali kali ini aku sedang mengerjakan (atau lebih tepatnya menjadi webmaster) dari websites UKM yang aku ikuti di kampus. Nah, sekarang aku juga sedang menghimpun informasi tenang siapa saja anggota UKM yang memiliki weblog/website pribadi, untuk aku cantumkan di websites UKM yang aku kelola.
Roy seingatku memiliki weblog pribadi. Weblog-nya diisi dengan segala hal tentang matematika. Ya, karena dia belajar di jurusan Matematika. Aku bertanya kepadanya, apakah blog-nya masih diisi dan aktif. Jawabnya masih aktif dan masih diisi. Sangat senanglah aku. Lalu, aku mengutarakan maksudku kepadanya, kalau aku sedang menghimpun informasi itu. Dia mengijinkan. Lantas aku juga memberitahunya supaya melakukan backlink di blog-nya. Dan ternyata dia belum mengetahui caranya.

Nah, tulisan ini aku persembahkan untuk Roy. Yah..., itung-itung sebagai hadiah ulang tahun dariku dan tambahan wawasan baginya.


Klik-lah tata letak.
Tata letak sebenarnya adalah gambaran umum dari blog-mu terutama pada layout dan letak gadget/widget.
Klik tambah gadget pada salah satu side bar. Maka akan muncul jendela pop-up, pilihlah HTML/Javascript.

Dalam kotak konten, ketikan ini.
<a href="http://uk3.ukm.unnes.ac.id/">PKKMK/UKKK Unnes</a>
Terakhir, klik simpan dan simpan setelan.

Roy, ini sebenarnya adalah teknik SEO kuno. SEO itu kepanjangan dari Search Engine Optimizer. Atau secara sederhana, SEO itu membuat blog kita naik peringkat di Google. Teknik kuno ini terhitung mujarap.

Kurang lebihnya begitu, Roy. Kalau masih bingung, bisa hubungi aku atau tanya mbah Google. Akhir kata dariku, Selamat Ulang Tahun ya. Semoga Tuhan Memberkatimu.

Menginstall Modem Huawei E153 pada Slax 7.0.5


Pada akhir bulan ini, aku libur hingga akhir bulan Februari. Wah..., ternyata liburnya anak kuliahan itu lama ya? Yah..., maklumlah baru saja belajar di Perguruan Tinggi, jadi masih banyak yang belum biasa. Liburan ini aku kembali ke kebiasaan isengku, yaitu otak-atik apapun yang ada di sekitarku. Kali ini aku iseng untuk mengotak-atik modemku di Slax.

Suatu kabar gembira bahwa Slax kembali dirilis yang terbaru. Sebab yang dirilis pada saat natal, kemungkinan masih ada bug. Bug itu pada bagian pengaturan boot installer. Boot installer ini bermasalah pada peng-install-an boot pada Ubuntu dan turunannya. Sempat aku bingung, tetapi setelah membaca posting dari Mr. Tomas aku menjadi memahami. Menurut Mr. Tomas Ubuntu adalah distribusi yang rumit. Tetapi tidak masalah, aku sudah mengunduh yang versi yang terbaru.

Baik, kali ini aku mempunyai modem Huawei E153 dan akan aku uji-coba. Kemungkinan cara ini bisa diterapkan pada modem lain.

Pertama, nyalakan komputer, dan boot ke Slax dan buka konsole atau xterm. Setelah itu, colok atau pasang modem. Silakan ketik ini pada Konsole.

lsusb
Ini untuk mendeteksi apakah modem sudah tersambung (terdeteksi) atau belum. Setelah diketikan itu, keluarlah tulisan ini.
Bus 001 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 002 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 007: ID 12d1:14ac Huawei Technologies Co., Ltd.
Bus 001 Device 004: ID 0a5c:21bc Broadcom Corp. BCM2070 Bluetooth 2.1 + EDR
Bus 001 Device 005: ID 0c45:643e Microdia
Bus 002 Device 003: ID 1307:0165 Transcend Information, Inc. 2GB/4GB Flash Drive
Yang aku beri tanda tulisan tebal, itu adalah device-ku. Lalu, disini dapat kita catat bahwa vendorID=12d1 dan productID=14ac. Lalu, pada Konsole, ketikan ini.
dmesg
Itu menunjukan kepada kita informasi tentang device yang terhubung ke komputer kita. Memang, saking banyaknya device informasinya banyak pula. Kemudian carilah yang menggambarkan/menampakan device kita. Kebetulan yang menggambarkan punyaku yang seperti ini.
...
USB Serial support registered for GSM modem (1-port)
option 5-2:1.0: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
option 5-2:1.1: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
option 5-2:1.2: GSM modem (1-port) converter detected
usb 5-2: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
...
Dari sini dapat kita catat bahwa lokasi modem kita pada /dev/ttyUSB0, /dev/ttyUSB1, dan /dev/ttyUSB2. Diantara ketiga itu, kita harus mencoba satu per satu.

Setelah bermain (proses) dengan Konsole, kita menggunakan KPPP sebagai dialler. Klik configure-modems-new. Di situ, tulis nama modem, dan gantilah lokasi modem dengan lokasi yang telah kita dapat. Lakukan setting account. Klik Connect. Cobalah satu per satu untuk lokasi modem, apabila belum berhasil.

Demikian, semoga berguna.

Cloud Computing: Bukan Teknologi Baru

Kali ini, aku mau tahu tentang cloud computing. Aku banyak mencari referensi informasi. Tapi, malah nyasar ke webnya KPLI Semarang dan mendapatkan web log ini (pandu32's Blog) yang mungkin mendorong aku untuk menulis ini.

Aku sudah membaca-baca di web log itu tentang cloud computing. Mulai dari definisi dan gambaran cloud computing, kelebihan dan kekurangannya, sampai dengan implementasinya untuk UKM. Itulah yang ditulis. Sebenarnya, aku mau berkomentar, tetapi sayang sekali tampaknya ada skrip yang perlu diperbaiki di web log itu.

Menuju ke pokok masalah. Ada orang yang bilang bahwa cloud computing merupakan hal yang baru. Ternyata tidak. Teknologi cloud computing telah diterapkan jauh-jauh hari oleh pengguna Linux. Awalnya aku tidak menyadari hal ini. Namun, akhirnya mataku terbuka karena aku telah ber-clouding ria. Aku tersadar setelah membaca threat di Forum Ubuntu Indonesia. Di threat itu, dalam komentarku (aku sebagai edhek007) dengan terheran-heran, ternyata telah melakukan cloud computing. Dan masih banyak lagi yang berkomentar.

Jadi, kesimpulanya, memang sistem operasi yang berbasiskan Linux dibangun atas prinsip cloud computing. Sehingga, itulah sebabnya mengapa Linux tanpa internet kurang bisa maksimal. Linux memiliki dasar untuk berbagi. Maka dari itu, source kernelnya dapat diedit oleh siapapun.

Bukti: Kecepatan Unduh BitTorrent Protocol

Jadi, sesuai dengan janjiku pada tulisanku yang lalu, inilah bukti itu, supaya kamu bisa percaya.

Gambar ini aku ambil pada tanggal 3 Juni 2012, pukul 18.12 di Wifi Area SMA Negeri 1 Rembang. Banyaknya orang yang sedang online bersama dengan aku pada waktu itu hanya satu orang, yaitu Pak Suroso penjaga malam yang baru datang bersama laptopnya.

Ini adalah sebuah bukti yang nyata. Pada dasarnya, sistem operasi tidak begitu mempengaruhi. Ternyata yang berpengaruh besar adalah banyak sedikitnya orang yang online pada satu wilayah (baik wilayah LAN, maupun nirkabel).

Harapanku, semoga semakin banyak orang yang menggunakan protokol BitTorrent. Karena dengan BitTorrent mereka dapat berbagi dengan yang lain.

ArpOn: Penangkal Netcut Untuk Ubuntu Linux

Netcut, siapa yang tidak mengenal aplikasi ini. Netcut terdiri atas dua kata: "Net" yang artinya jaringan, dan "cut" yang artinya potong. Jadi, Netcut adalah aplikasi untuk menghentikan orang untuk beraktifitas dalam jaringan. Netcut ini dipakai di lingkungan pengguna Windows. Sekarang, kita masuk ke pokok permasalahan.
Netcut ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka iseng. Biasanya orang yang senang nongkrong di wifi area, sedang mengunduh file-file besar, yang ingin cepat selesai, dan merasa seluruh bandwith di tempat itu adalah kepunyaanya. Egois sekali, bukan? Jelas, orang pasti tidak akan suka.

Untuk menangkal orang-orang yang seperti itu, kita harus memiliki ArpOn. ArpOn adalah penangan daemon portabel yang membuat protokol ARP aman untuk menghindari Serangan Man In The Midle (MITM) melalui ARP Spoofing, ARP Cache Poisoning atau serangan ARP Poison Routing (APR). ArpOn juga memblok serangan turunannya, antara lain sniffing, Hijacking, Injection, Filtering & kawan-kawanya untuk serangan turunan yang lebih kompleks, seperti: DNS Spoofing, WEB Spoofing, Session Hijacking and SSL/TLS Hijacking & kawan-kawanya.[1]

Langsung saja ya. Jadi, apabila di laptop atau komputernya belum terinstal arpOn, maka dapat diinstal. Seperti biasa buka terminalnya.
sudo apt-get install arpon
Jangan lupa ya, kalo menginstal dengan perintah ini, harus terkoneksi internet.

Setelah proses instalasi selesai, jangan di tutup dulu terminalnya. Ketik ini.
sudo gedit /etc/default/arpon
sehingga muncul pengedit teks.

Perbaiki teks itu, sehingga menjadi seperti ini,
# Defaults for arpon initscript
# sourced by /etc/init.d/arpon
# installed at /etc/default/arpon by the maintainer scripts


# You must choose between static ARP inspection (SARPI) and
# dynamic ARP inspection (DARPI)
#
# For SARPI uncomment the following line
# DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -s"

# For DARPI uncomment the following line
DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -y"

# Modify to RUN="yes" when you are ready
RUN="yes"
[2]
lihatlah secara teliti, ya.

Penggunaannya, silakan ketik $ sudo arpon --help
Jalankan ArpOn pada waktu tersambung internet.
sudo arpon -y eht0 -d
Semoga bermanfaat.

Catatan Kaki

[1] http://arpon.sourceforge.net/
[2] Forum Ubuntu Indonesia

Torrent Versus Internet Download Manager

SECARA TIDAK SENGAJA aku menjelajah Google (cari ide untuk menulis di sini), dan menemukan sebuah blog dan tulisannya tentang Torrent dan Internet Download Manager. Yah, bisa dibilang tulisan ini adalah sebuah pembelaan. Namun, aku hanya lebih menyarankan untuk menggunakan Protokol Torrent. Kira-kira inilah alasan-alasanku, mengapa aku lebih menyarankan menggunakan Torrent.

Sebelumnya, kita harus mengetahui apakah Torrent itu. BitTorrent atau terkenal dengan torrent saja, adalah sebuah protokol file sharing peer-to-peer yang digunakan untuk mendistribusikan file-file ukuran besar.Aku jadi teringat dengan tulisan lamaku di web log ini. Secara ringkas, telah aku tunjukan tentang protokol Torrent.
Memang benar adanya apabila mengutip dari bingungkuadrat.blogspot.com bahwa mengunduh dengan protokol BitTorrent memiliki rentang kecepatan unduh 1KBps sampai 50KBps. Tetapi, protokol BitTorrent dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan unduhnya.

Faktor yang paling utama adalah seeder dan leecher. Seeder adalah klien BitTorrent yang memberikan sumber filenya kepada klien BitTorrent yang lain, sedangkan leecher adalah klien BitTorrent yang melakukan pengunduhan file dan juga memberikan file yang telah diunduhnya sebagai file sumber. Perbedaanya antara seeder dan leecher adalah seeder sudah tidak mengunduh file, karena ia telah memiliki file itu secara lengkap. Hubungan seeder dan leecher dengan kecepatan unduh, adalah berbanding lurus. Jadi, semakin banyak seeder dan leecher, semakin cepat kecepatan unduhnya.

Lalu, timbul sebuah pertanyaan, bagaimana aku tahu jumlah seeder dan leecher yang aku gunakan di klien BitTorrent-ku? Dapatkah aku mengatur banyaknnya seeder dan leecher yang terhubung dengan klien BitTorrent-ku? Bisa. Aku mempergunakan Transmision sebagai klien BitTorrent-ku. Transmision memang disediakan untuk para pengguna open source, dan aku belum pernah melihat pengguna Windows menggunakan Transmision. Transmision dapat mengatur kecepatan unduh dan unggah, serta banyaknya peer (seeder dan leecher). Aku kurang begitu mengetahui bagaimana tentang microtorrent atau yang lainya. Mungkin akan aku bahas pada kesempatan yang lain.

Faktor yang kedua adalah device connection yang digunakan untuk menyambung ke internet. Biasanya, koneksi internet menggunakan kabel lebih cepat dibandingkan yang nirkabel. Ada benarnya, namun ada yang bilang kurang tepat. aku menulis artikel ini menggunakan salah satu ISP internet kabel di Indonesia yang merupakan langganan keluarga sejak lama. Faktanya, memiliki kecepatan unduh maksimal sampai 50KBps. Aku menjadi sangat terkejut ketika aku nongkrong di salah satu wifi area (aku hanya sendiri). Ternyata, kecepatan unduh mencapai 300KBps. Sungguh amat mengejutkan. Tetapi, sayang sekali aku tidak mempunyai bukti foto layar, sehingga kamu bisa lebih percaya.

Kemudian, dengan menggunakan protokol BitTorrent, kita banyak diuntungkan. Meskipun kecepatan unduh yang rendah, kita dapat berbagi file dengan pengguna yang lain dengan harapan pengguna lain juga mau menjadi seeder bagi yang lain pula. Prinsipnya adalah berbagi dengan suka rela. Bagi yang pemilik server, servernya tidak perlu bekerja keras saat pengunduhan file-file besar. Karena mengunduh secara langsung dari server membuat server harus melayani secara langsung klien yang mengunduh. file-file besar di"pecah-pecah" menjadi banyak file-file kecil yang relatif sama besarnya, dengan menggunakan metode ini server menjadi lebih awet.

Sedangkan Internet Download Manager (IDM), dapat memakan banyak bandwith. Selain itu, IDM membutuhkan "perhatian" dari server. Sehingga server menjadi jarang Time out.

Jadi kesimpulannya, aku lebih memilih menggunakan BitTorrent karena dapat menguntungkan banyak pihak. Demikianlah, semoga dapat berguna.

Network Topology

The last post remind me about the network topology. Actually, I have received this material at school. But, the material was only theory. I never yet practice it.
Network topology is formed of 2 words. They are network and topology. Based on Wikipedia, network is
a collection of hardware components and computers interconnected by communication channels that allow sharing of resources and information
and in my opinion network is the way to communicate, to share some things via electronics media, plain speak, and the other that can be connecting people.
Second, topology. Topology is similar to map. So, network topology is the map that show the way of communication, sharing resources, between people.
Network topology is divided by 2 categories. They are physical topology and logical topology.
Physical topology explain how the cable formation, computer, and all the network component. And logical topology explain how the data, information, and resources flow.
There are many type of network topology. they are

  1. Bus topology
  2. Peer-to-peer
  3. Star topology
  4. Ring topology
  5. Mesh topology

Download using BitTorrent

A little speech from the writer


Very long time, I'd never write in this blog. Yeah.., just natural problem. Now, I am included in the last year student in my school. So, I must prepare the national final examination. Because of the preparation, I can't share my time to write again. But anyway, I can write again. I hope, you can enjoy it.



BitTorrent is a transfer files technology. It is a peer-to-peer file sharing protocol. It makes me remembered about the network topology. Today, generally people use the star topology. OK, today we will not talk about network topology, but about BitTorrent technology.
BitTorrent technology is included in the file transfer technology. Bram Cohen is the founding father of this technology. He had designed it in April 2001 (Based on Wikipedia).
My friend asked me, What I think about downloading by server and downloading by torrent. I answered him, that those have many advantages.
When you download a file by using torrent, you can share file that have downloaded to the other. So, you can do the good turn to the other. :) You also can reduce the server and network impact of distributing large file. You can also set your own download speed. For example, I live in Indonesia. And in my region, internet connection is still expensive. a month ago, the local server had been struck by lighting, that was making internet connection down.
How BitTorrent protocol works is shown on the picture.