Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Hasil pekerjaanku (non-kimia)

Setelah satu tahun ini, aku ditawari sebuah aktivitas di salah satu tim di Kevikepan pada lingkungan Keuskupan Agung Semarang. Aku mengiyakan aktivitas itu sembari menyelesaikan proposal, mencari beasiswa dan pekerjaan. Tiga hal itu yang menjadi aktivitasku belakangan ini. Lagipula, aku juga merasa ada hal yang perlu dibicarakan kepada ahli psikologi. Memang berbayar, namun ternyata terjangkau. Aku tinggal janjian dengan mereka dan mulai berbicara. Masukkan dari seorang kawan yang pernah ke ahli psikologi, dia menyatakan bahwa dengan waktu yang terbatas dan tarif segitu, setidaknya kamu bisa membicarakan apa yang mau dibicarakan secara efektif. Aku berterima kasih atas masukkannya.

Aku merasa payah. Aku juga melakukan kegiatan itu juga untuk mengembalikan diriku agar kembali normal lagi. Aku merindukan diriku yang lama. Diriku yang bersemangat, diriku yang positif. Itu saja, tidak lebih. Aku hanya ingin memastikan kepada ahli psikologi itu apakah tindakan yang aku lakukan ini sudah tepat atau tidak tepat. Jadi, aku perlu menyusun tulisan tertentu untuk itu dan juga membawa semua hasil pekerjaanku.

OK, kembali ke pekerjaanku. Tugas pokok dan fungsiku di kevikepan itu adalah merapikan channel YouTube milik tim itu. Cara merapikanku adalah dengan menambahkan timestamp dan memperbaiki deskripsi. Selain itu, dari sumber video yang ada, aku diminta juga untuk membuat short videonya. Short video YouTube ini, menurut Enno Bening, meningkatkan durasi tontonan pada channel. Bahkan, short video YouTube bisa jadi hook untuk video panjangnya. Nah.., sepertinya, cara inilah yang diperlukan untuk Channel YouTube yang coba aku rapikan ini.

Yah.., sembari aku membuat short video itu, aku ingin membagikan beberapa program video yang ada aku di situ. Baik juga, kalau video-video lain aku ikut promosikan di sini lewat static page pada blog-ku ini. Inilah video-video itu, tonton sampai selesai, ya.

Meraih banyak prestasi di SDK Sang Timur Semarang
KantinKu - SMP Yohanes XXIII Semarang
Guru agama Katolik bisa punya gaji tinggi, begini caranya. - STPKat St. Fransiskus Asisi Semarang

Itu saja yang bisa aku tulis, terima kasih sudah membaca, ya.

Refleksi: Mengapa Pilih Santo Stanislaus Kostka?

Sewaktu pertama kali masuk UNNES, aku mengenal banyak hal-hal baru. Terutama unit-unit kegiatan mahasiswa yang bermacam-macam. Ada unit kerohanian masing-masing agama yang diakui secara de facto dan de jure di Indonesia.

Waktu itu adalah hari registrasi, aku pertama kali bertemu dengan Mbak Fransiska Hesti P., yang ternyata satu jurusan dengan aku. Mbak Fransiska yang waktu itu menyambut aku untuk mendaftar nama mahasiswa yang Katolik. "Mbak, mas, nama santo pelindungnya apa untuk unit kerohaniannya?" "Santo Stanislaus Kostka." Timbul pertanyaan dalam diriku. Mengapa Santo Stanislaus Kostka? Mengapa tidak Santo Albertus Magnus? Bukankah Santo Albertus Magnus memang pelindung para ilmuwan dan mahasiswa?

Perenungan ini aku renungkan sampai hampir satu semester ini. Titik terang yang aku dapat terdapat dalam kisah riwayat Santo Stanislaus Kostka, dan dikaitkan dengan keadaan universitas.

Stanislaus Kostka meninggal sebagai seorang novis Jesuit di usia 18 tahun. Lalu, apa hubungan novis dengan mahasiswa? Sebenarnya, dari sini dapat menjadi dualisme filosofi. Dari filosofi keilmuan, mahasiswa adalah novis untuk ilmu pengetahuan. Mahasiswa mencari ilmu dan belajar demi kemajuan ilmu pengetahuan dan umat manusia. Untuk mencapai itu semua, mahasiswa dengan segala idealismenya, melakukan hal yang baik/luhur dengan tekun.

Dari filosofi iman dan kemanusiaan, mahasiswa harus ringan tangan, peduli, rela berbagi, dan menjalin persaudaraan yang sejati. Disamping itu, mahasiswa sudah layak dan sepantasnya untuk rendah hati. Mahasiswa haruslah menghayati ilmu padi. Padi yang semakin matang dan berisi seharusnya semakin menunduk. Dengan menunduk dan menguningnya padi, maka padi siap dipanen. Panenan yang diharapkan adalah panenan yang baik. Dengan demikian dapat berguna dengan orang banyak.

Jadi, mahasiswa katolik UNNES dituntut untuk meneladan dan menghayati semangat Santo Stanislaus Kostka dengan percaya kepada Allah dalam keadaan apapun, dalam kesulitan tersulit sekalipun.


Membongkar-Pasang File *.pdf di Ubuntu

Inilah yang paling seru menurutku, yaitu membongkar-pasang. Bagaimana menurutmu? Sedikit cerita dariku. Jadi seperti ini, tanggal 26 Desember 2012 yang lalu, bapaku selesai merevisi tesisnya. Seperti yang kamu tahu, itu adalah syarat untuk lulus pendidikan Strata-2. Bapakku satu almamater denganku, yakni di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Jadi, agar dapat diwisuda, bapak harus mengumpulkan tesis-nya dalam dua bentuk. Yang pertama dalam bentuk cetak, dan bentuk e-book. Memang di UNNES, dengan konservasi-nya sebisa mungkin mengurangi penggunaan kertas. Sehingga menggunakan e-book dalam pengumpulannya.

Masalah dimulai pada waktu pengumpulan dengan format e-book. Seperti yang kita tahu, bahwa e-book pada umumnya memiliki format *.pdf (meskipun ada format yang lain selain itu). Bapaku kebingungan, bagaimana mengubahnya dan menyatukannya. Sebab, Bapak membangun tesis-nya dengan menggunakan Microsoft Office Word dan Excel 2007. Microsoft belum memasukkan teknologi konversi file Microsoft Office ke *.pdf (setahuku, itu baru dimasukan di versi 2010-nya). Lalu, aku berkata kepada bapaku, "Itu gampang, pak. Serahkan semua padaku, bapak tinggal duduk. Kalau sudah jadi tinggal check." "Lho?! tapi nanti dijadikan satu file e-book ya." "Bisa diatur, pak klo yang itu." Bagaimanakah caranya? Inilah dia.

Sebelumnya, aku hanya menuliskan secara global-nya saja. Masalah nama file, itu bisa jadi berbeda.

  1. Pertama-tama, yang jelas semua file harus sudah berformat *.pdf. Andaikata ada yang belum berformat *.pdf, dikonversi dulu ya. Untuk konverter online, aku sarankan menggunakan convertonlinefree.com.
  2. Software yang aku gunakan adalah pdftk. Bagi yang komputernya belum terinstall pdftk, silakan di install dulu lewat terminal.
    sudo apt-get install pdftk
    Oh..., iya jangan lupa ya, harus terkoneksi dengan internet.
  3. Misalkan kamu mau membongkar file *.pdf, buatlah satu folder kosong dan tempatkan file itu di dalam folder kosong itu.
  4. Kembali, bukalah terminalmu, ketiklah ini.
    cd ~/nama_folder_lokasi_file
    pdftk nama-file.pdf burst
    • Pertama kita harus memindah direktori terminal kita ke tempat file yang akan kita bongkar. Pada umumnya, terminal memiliki direktori standar /home/nama_pengguna. Memindah direktorinya menggunakan perintah cd.
    • Dengan mengetikan perintah, setelah perintah cd, maka file *.pdf-mu akan terbagi-bagi per halaman satu file *.pdf. Disitulah kamu dapat mengubah halaman-halamannya.
  5. Setelah itu, silakan untuk mengubah-ubah halamannya. Terserah padamu untuk mengubahnya. Mengubahnya itu bukan editing kontennya, tetapi berupa urutan, atau halaman.
  6. Setelah puas mengubah-ubah, mari kita satukan lagi menjadi satu file. Caranya masuk ke jendela terminalmu, dan ketikan ini.
    pdftk fileA.pdf fileB.pdf cat output namafilejadi.pdf
    Yang dicetak tebal dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.
  7. Jadilah file *.pdf-mu jadi satu.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Penggunaan lambang asterik *.pdf. Lambang ini dapat mewakili semua file yang berekstensi .pdf. Jadi, pada saat menyatukan file-file .pdf, harap berhati-hati dan diteliti kembali isi foldernya.
  2. Urutan file. Ketika kamu menulis perintah untuk menyatukan file-file .pdf, nama file yang pertama kamu tulis adalah file pertama. nama file kedua yang kamu tulis adalah file ke-2, begitu seterusnya.
    pdftk c.pdf a.pdf b.pdf cat output jadi.pdf
    Halaman yang pertama yang terjadi adalah halaman pertama dari file c.pdf.

Demikianlah cerita dan pengalaman yang dapat aku bagi. Terima kasih, semoga dapat membantu.

Universitas Negeri Semarang: Universitas Konservasi

Universitas Negeri Semarang (UNNES) adalah salah satu universitas yang berkedudukan di Semarang. Universitas ini, adalah salah satu universitas negeri yang terkenal di Indonesia.

UNNES daluhu merupakan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Semarang (IKIP Negeri Semarang), yang kemudian diubah namanya Universitas Negeri Semarang.

Aku sekarang telah menjadi mahasiswa baru di Universitas Negeri Semarang. Aku pribadi, amat senang dan mendukung UNNES sebagai Universitas Konservasi. Ya, sebab, setiap kali aku pergi, aku pasti melakukan reuse atau pemakaian kembali, terutama kantong plastik. Jadi, intinya UNNES itu aku banget. Ibarat aku ini sebuah biji, biji yang ditanam di tanah yang subur, tidak berbatu, tidak bersemak. Sehingga dapat bertumbuh.

Mendengar isu baru, untuk lebih menghidupkan konservasi-nya, UNNES akan membangun sebuah lahan parkir terpusat. Sehingga kemana-mana, di dalam areal universitas harus bersepeda atau jalan kaki. Bagiku, itu sangat menyenangkan. Berjalan kaki, sambil mengakrabkan diri dengan mahasiswa lain. Berjalan kaki lebih sehat. Mengurangi polusi.

Tetapi, andaikata aku mempunyai kesempatan berpendapat, aku ingin menyampaikan mimpiku untuk UNNES. Universitas Negeri Semarang tidak hanya sebagai universitas konservasi, tetapi juga universitas energi mandiri. Maksudnya, universitas benar-benar tidak bergantung dengan energi (baca: listrik) yang diproduksi BUMN (PLN). universitas memiliki sendiri pembangkit listriknya sendiri, untuk mencukupi energinya sendiri. Yah..., tapi itu baru sebuah utopia. Mungkinkan itu terjadi? Bisakah kita mewujudkannya? Atau itu hanyalah sebuah utopia?

Oktober 28, 1928

Pagi yang cerah itu, membangunkanku. Aku tidak melihat kejadian yang berarti bagiku. Waktu itu aku memang belum ada dan hadir di sini.
Sejak kemarin di Jakarta bersama organisasi pemuda di Indonesia semua berkumpul untuk satu komitmen. Komitmen untuk Indonesia Merdeka. Langkah ini adalah langkah untuk lebih menggalang persatuan dan kesatuan bangsa.
Hari minggu itu, adalah waktu bagi umat Kristiani ke gereja, untuk bersyukur. Namun hari itu, tidak hanya umat Kristiani saja yang bersyukur, namun juga bangsa ini. Janji komitmennya yang mengguncang dunia:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.


Mari kita bangun kembali komitmen nasional.

"Naik" bersama Jaunty dengan modem HP ZTEC261

Dari teman-teman, pasti bertanya. Apa maksudnya "naik", naik di sini bukan naik bis, atau onair dalam amatir radio. tetapi berusaha on line. Masih penasaran kan? oke kita kupas.
Untuk pertama kali, saya mempergunakan Jaunty Jackalope. Namun, saya kira sama saja untuk yang lain, misalnya Hardy Heron, Karmic Koala, atau yang lain sebagainya.
Colokan kabel USB Penghubung ke komputer atau netbook. Setelah itu buka terminal (command line di ubuntu)
Setelah itu, install wvdial dengan mengetikan:
sudo apt-get install wvdial

Mengetikan perintah di atas, harus memenuhi persyaratan yaitu terkoneksi internet. Bisa melalui hotspot, atau share jaringan yang lain. Atau bila tidak terkoneksi bisa mengunduh pada link ini. Ekstrak dan install semua file debiannya.
Oke, kita lanjutkan. Bilamana sudah terinstall wvdial, kita akan melakukan cek terhadap modem dengan mengetik:
wvdialconf

sehingga muncul seperti ini:
Editing `/etc/wvdial.conf’.
Scanning your serial ports for a modem.
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 115200 baud
ttyS0<*1>: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.
Modem Port Scan<*1>: S1 S2 S3

Sorry, no modem was detected! Is it in use by another program?
Did you configure it properly with setserial?

Ini menandakan bahwa tidak ada modem yang terdeteksi. Jangan khawatir, asalkan sudah tertancap artinya sudah hampir bisa. Kemudian naiklah sebagai super user (root).
Lalu, ketik lsusb sehingga keluar
root@ubuntu:~# lsusb
Bus 002 Device 003: ID 0bda:8198 Realtek Semiconductor Corp.
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 005: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc.
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
Bus 001 Device 002: ID 04f2:b070 Chicony Electronics Co., Ltd
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

ada beberapa jenis chip. namun saya kebetulan menggunakan chip Qualcomm, Inc. Hal itu bukanlah menjadi masalah. Kemudian, ketik modprobe -r usbserial
Disusul
modprobe usbserial vendor=0x05c6 product=0x9004

Dari mana dapat nomor 05c6 dan 9004? Simple saja, perhatikan ini:
root@ubuntu:~# lsusb
Bus 002 Device 003: ID 0bda:8198 Realtek Semiconductor Corp.
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 007 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 006 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 005 Device 005: ID 05c6:9004 Qualcomm, Inc.
Bus 005 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 001 Device 003: ID 0bda:0158 Realtek Semiconductor Corp. Mass Stroage Device
Bus 001 Device 002: ID 04f2:b070 Chicony Electronics Co., Ltd
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 004 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub
Bus 003 Device 001: ID 1d6b:0001 Linux Foundation 1.1 root hub

Dari situlah angka-angka itu. Kemudian Ketik wvdial
sehingga terjadi:
root@ubuntu:~# wvdial
--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
ATZ
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
--> Sending: AT
AT
OK
--> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 +FCLASS=0
OK
--> Modem initialized.
--> Sending: ATDT#777
--> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT
--> Carrier detected. Starting PPP immediately.
--> Starting pppd at Sat Oct 23 14:49:55 2010
--> Pid of pppd: 16931
--> Using interface ppp0
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> local IP address 10.224.119.115
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> remote IP address 10.20.31.3
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> primary DNS address 10.17.3.244
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj
--> secondary DNS address 10.17.3.252
--> pppd: ��j ��j ��j Xwj

Artinya sudah terhubung. Dan silakan membuka Mozilla-nya
Namun, apa bila keluar:
root@ubuntu:~# wvdial
--> WvDial: Internet dialer version 1.60
--> Cannot get information for serial port.
--> Initializing modem.
--> Sending: ATZ
~[7f]}#@!}!}!} }/}"}&} } } } }#}%B#}%})h~

Wah..., ada masalah. Namun jangan khawatir, coba matikan modemnya, lalu nyalakan lagi, dan ketik wvdial
Seharusnya sudah berhasil.


Sumber:masdinsite

Suasana Bulan Puasa I

Wah..., untuk saudaraku yang beragama Islam di seluruh dunia, Selamat Berpuasa. Iya nih, aku sudah lama tidak nulis di sini. Yah..., karena banyak juga yang harus dikerjakan.
Maka, untuk yang pertama aku akan ceritakan suasana bulan puasa di Rembang. Bulan puasa di Rembang, diawali seperti biasanya. Sama dengan daerah yang lain, dengan tarawih. Oh, iya. Aku seorang katolik, y secara otomatis menghormati.
Aku tinggal di Magersari. Suasananya sangat semarak sekali. Apalagi suasana setelah tarawih. Bom... Bom... Bom..., seperti perang kemerdekaan. Petasan di mana-mana meledak-ledak. kaget aku, sampai aku tidak bisa tidur.
Pagi-pagi di sekolah aku malah ngantuk (padahal gak puasa), ya jujur aja bilang kalo suasana di rumah seperti suasana perang kemerdekaan.

Sulitnya menggunakan Ubuntu

Setelah keberhasilanku kemarin dalam memasang Ubuntu Linux di Laptop, aku mulai mencoba-coba dengan aplikasi-aplikasi yang disediakan oleh distro Linux yang satu ini.

Seperti anak laki-laki pada umumnya, aplikasi yang pertama kali aku coba adalah permainannya. Cukup beragam. Namun aku gak hanya main terus begitu saja. Aku terus mencoba mengutak-atik distro itu. Gak tahulah klik ini, klik itu (untung gak sampe rusak, hihihi, dasar iseng). Yah..., orang yang terbiasa dengan Windows jadi ya begini jadinya kalo langsung dihadapkan dengan Linux
Ubuntu desktop
Kata temanku yang udah biasa dengan Linux, memang Linux seperti itu. Ibarat kita membuat mie, kita membuatnya dengan repot. Buat bumbunya pake cobek, rendam mie kering di air, siapin ini, siapin itu. Repot banget pokonya. Kalo Windows kan gak. seperti buat mie instan. Siapin air, direbus, masukan, jadi.
Tapi, bagiku Linux itu sangat fleksibel. Ia bisa dirubah, ditambah, dikurangi sesuai dengan kebutuhan. Bahkan bisa-bisa membuat suatu distro varian Linux yang baru.
Sekarang, aku mulai mempelajari command line dari Ubuntu. Kata om Google, command line distro-distro Linux hampir sama, bahkan sama.

Gebrakan-setengah hati migrasi ke Ubuntu

Kemarin, q "bersih-bersih" di laptopku. Yah...., macam-macam deh, ada-ada saja yang di laptopku. mulai data lama, worm (virus), dan yang lainya (tapi tidak ada video yang enggak-enggak. aku kan anak yang baik :)).
Waktu bersih-bersih itu, penggunaan RAM-ku ternyata "boros". Jadi lemot, q buang semua yang sudah tidak terpakai, dan memasang antivirus yang terkenal dan terbaru tentunya. Terus, aku biarkan laptopku sampai 15 menit sambil ngenet lewat PC-ku. Aku tertarik pada Linux terutama distronya ubuntu, ya karena ingin tahu Linux itu yang bagaimana, apa sama dengan Windows. Simpel bukan? Maka, aku tanya di Om Google, bisa gak klo Ubuntu di install, tapi windowsnya tetep bisa jalan. Eh.... Jawabnya om Google ternyata bisa. Malah bilang gini ke aku "Klo itu sih mudah....dst." Aku juga punya CD asli Ubuntu 9.04 yang versi desktop, aku dapat waktu pesan gratis lewat Komunitas Ubuntu Indonesia. Pertama sih hanya sekedar iseng aja, ternyata sampai di tanganku.

Kembali ke om Google. ternyata bisa, langsung saja aku praktekan. Wah mudah sekali prosesnya.
Tujuan aku install ubuntu ini untuk aku waktu online. karena aku blom pernah tahu atau mendengar kalo Linux tempat virus berkembang. Aku kan juga ingin mensukseskan gerakan anti pembajakan software. Kalo Linux mau dipake sampai ribuan komputer sih oke-oke aja. Lagi pula kata mama, klo pake software bajakan bisa ditangkap Om Pol (baca:Polisi). Jadi temen-temen ya, pakailah LINUX yang GRATIS....