Cerita ngunduh ISO Ubuntu dengan zsync

Kira-kira dua minggu yang lalu, aku sedang ngelesi seorang anak SMA. Dia mengatakan kalau tertarik dengan Linux, lantas dia memintaku untuk mengajarinya. Aktivitasku saat ini adalah mengerjakan penelitian sembari kerja, yaitu ngelesi. Disela-sela ngelesi itu, kami biasa ngobrol hal lain.

Kebetulan murid lesku ini seorang pilot drone dan senang dengan teknologi. Dia sangat terpukau saat aku menunjukkan laptopku yang terinstall Lubuntu Xenial Xerus. Menurutnya, tampilannya mirip dengan salah satu produk Apple.

Dia pun mengungkapkan bahwa sebenarnya ada laptop lama yang tidak dipakai dan bingung sebaiknya diapakan. Akhirnya dia berniat untuk mengisinya dengan Linux dan saya sarankan untuk menggunakan Ubuntu LTS atau turunannya.

Sesampainya di rumah, aku memeriksa file-file ISO Ubuntu atau turunannya yang masih tersimpan dalam HDD. Ternyata file ISO yang tersimpan masih versi lama sehingga terpaksa mengunduhnya.

Unduh apa?

Pertanyaan ini timbul lantaran aku belum melihat spesifikasi laptopnya, sehingga aku pun belum bisa menentukan distro apa yang cocok untuk laptopnya. Akhirnya saya berniat untuk menawarkan beberapa distro yang mungkin disukainya, yaitu Lubuntu, Ubuntu dan Ubuntu GNOME.

Selanjutnya aku mengunjungi salah satu repository Linux yaitu kambing.ui.ac.id yang dimiliki UI. Yah memanfaatkan server lokal, juga sebagai dukungan dalam bentuk penggunaan dan berdasarkan pengamatan, laju unduhan lebih cepat dan stabil dibandingkan dengan mengunduh dari server di luar negeri.

Saat mulai mengunduh inilah, keisengan saya muncul. Bagaimana kalau mengunduhnya dengan cara yang tidak biasa? Dengan Torrent sudah biasa dan memakan banyak bandwith. direct download, sama-sama membosankannya. Lantas aku melirik zsync.

Tentang zsync menurut saya

Keunggulannya bisa mengunduh file tertentu sementara kita memiliki file versi lama-nya. Misalnya, kita memiliki file ISO Ubuntu Xenial Xerus (Ubuntu 16.04), lalu kita ingin mengunduh Ubuntu 16.04.1, maka file ISO Ubuntu 16.04 dapat dipakai sebagai modal/bibit. Jadi kita tidak mengunduh sebanyak ukuran file Ubuntu 16.04.1. Pengunduhan zsync juga dapat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali. Zsync sangat ringan, karena menggunakan tampilan command line.

Tahap persiapan

Pastikan bahwa zsync telah terinstall di komputermu. Ada beberapa cara untuk mengetahuinya, namun yang paling mudah adalah dengan cara mengetikkan zsync pada teminalmu. Apabila tidak terinstall, pasti ada peringatan bahwa perintah zsync tidak ada.

Ah..., caranya kurang elegan; ada cara lain, gak? Tentu ada. Kita pakai fasilitas aptitude dan sedikit trik.

sudo apt list --installed | grep zsync

Hasil keluaran dari perintah itu akan muncul status paket zsync sudah terinstall atau belum. Apabila muncul hasil seperti ini:

zsync/xenial,now 0.6.2-1ubuntu1 amd64 [installed]

Itu artinya bahwa zsync telah terinstall di komputer. Apabila dipastikan belum terinstall, maka install dahulu.

sudo apt install zsync

Setelah terinstall, pindahkan file modal atau file bibit ke direktori yang ingin kau letakkan file ISO unduhanmu dan setelah itu arahkan direktori terminalmu juga ke lokasi yang ingin kau letakkan file ISO unduhanmu. Misalnya unduhanmu akan diletakkan di /home/user/Unduhan/ISO; maka arahkan terminalmu ke sana. Apabila masih bingung bagaimana melakukannya, silakan baca lebih dahulu tutorial yang berjudul Panduan Dasar Terminal Ubuntu untuk Pemula dari Ade Malsasa Akbar.

Sebelum masuk tahap pengunduhan, kita perlu mencari file dengan ekstensi *.zsync yang tersedia di repository Ubuntu. Misalnya kita mengambil dari repository Universitas Indonesia. Kita mencarinya disana dan menyalin URL file itu. Saya rasa tidak ada masalah dengan menyalin URL, kan?

Tahap Pengunduhan

Setelah semuanya siap, waktunya untuk pengunduhan. Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf sebelumnya, kita akan mengunduh Ubuntu 16.04.1 dengan modal file iso Ubuntu 16.04. Buka terminal, lalu ketikan perintah ini.

zsync -i ubuntu-16.04-desktop-amd64.iso http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/16.04/ubuntu-16.04.1-desktop-amd64.iso.zsync

Setelah itu, tunggu hingga unduhan selesai.

Terima Kasih sudah mau berkunjung dan membaca blog ini.

Comments

Popular posts from this blog

Analisa tentang pengunduhan ISO Ubuntu dengan zsync