Analisa tentang pengunduhan ISO Ubuntu dengan zsync

Setelah mengunduh ISO Ubuntu dengan zsync, tergelitik untuk membuat analisisnya. Latar belakang analisis ini adalah pertama proses unduh yang lama, karena pengunduhan tidak menggunakan repository lokal (contoh kasus untuk mengunduh lubuntu, yang ternyata tidak dimasukan dalam daftar proses mirroring repository lokal Indonesia), padahal kita mendapatkan file *.zsync dari repositori lokal. Sehingga timbul pertanyaan bahwa apakah mungkin menggunakan zsync tetapi mengunduhnya dari repository lokal. Dapatkah kita mengganti URL-nya dengan URL dari repository lain? Kedua, ketika menghentikan pengunduhan maka muncul file sementara dengan ekstensi *.part. Ekstensi file sementara sama dengan ekstensi file sementara torrent untuk BitTorrent client transmission. Lantas, bisakah melanjutkan pengunduhan menggunakan torrent? Bisakah file torrent dijadikan file bibit unduhan zsync?

File dengan ekstensi *.part merupakan file unduhan yang belum selesai dan sifatnya sementara. File *.part merupakan file temporer yang umum dan bisa dilanjutkan untuk pengunduhan. Penjelasan selengkapnya tentang file *.part dapat dibaca di fileinfo.com.
Berdasarkan keterangan dari manual, zsync mampu melakukan pengunduhan dari file *.zsync yang telah kita unduh. Akibatnya, kita bisa memberikan sedikit manipulasi pada file *.zsync yang telah diunduh; lalu menjalankannya. Struktur file *.zsync diperlihatkan pada gambar berikut ini.
Gambar di atas merupakan file *.zsync untuk mengunduh file ubuntu-16.04.3-desktop-amd64.iso. Dari file tersebut yang bisa dipahami oleh manusia adalah delapan baris teratas. Pada baris ke-7 terdapat URL yang mungkin untuk diganti. Sifat URL tersebut adalah relatif. Artinya, program itu bisa mengunduh file yang dimaksud dari lokasi yang sama dengan file *.zsync diunduh.

Cara Mengujicoba

Kita akan membuktikan, apakah zsync dapat diubah URL-nya. Cara yang pertama adalah sebagai berikut.
  1. Mengunduh file *.zsync dari server yang ada.
  2. Diberikan perlakuan yang berbeda, antara lain: Mengedit URL yang ada di file *.zsync; mengganti URL-nya dan tidak mengedit URL yang ada sama sekali.
  3. Program dijalankan.
Cara kedua adalah tanpa mengubah file *.zsync atau mengunduhnya langsung dari server dan memberikan opsi tertentu pada zsync, yaitu dengan mengetikkan ini ke terminal
zsync -i ubuntu-16.04.3-desktop-amd64.iso.part http://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases/xenial/ubuntu-16.04.3-desktop-amd64.iso.zsync
Indikator keberhasilannya adalah terjadinya proses pengunduhan.
Selanjutnya, kita akan membuktikan apakah file *.part dikenali oleh Transmission. Cara mengujinya adalah sebagai berikut.
  1. membuka file torrent yang memungkinkan menghasilkan file *.part yang sama dengan file *.part yang kita punya, dengan transmission
  2. mengarahkan pengunduhan ke direktori yang ada file *.part.
Indikator keberhasilannya adalah file akan dikenali sebagai file yang telah diunduh. Sehingga pada progress bar akan tampil persentase tertentu.

Hasil dan Pembahasan

Cara pertama dengan perlakukan mengganti URL-nya dihasilkan gambar sebagai berikut.
Proses download berlangsung, sebab URL diganti dengan URL mutlak. Makna URL mutlak adalah URL yang menunjuk pada file yang ada dalam repository.

Tanpa penggantian, proses download tidak berlangsung. Ternyata zsync mengenali file dan mencari file yang dimaksudkan dalam URL. Tanpa embel-embel apapun, zsync mencari di direktori yang sama dengan direktori operasional terminal. Tentu saja tidak ditemukan dan proses download tidak berlangsung.
Gambar di atas adalah hasil dari cara kedua untuk membuktikan apakah URL-nya dapat diubah. Proses download dapat berlangsung dengan cara kedua. Sebab dengan menambahkan opsi -u, maka URL yang ada dalam file *.zsync diganti dengan URL yang kita tulis setelah opsi -u. Sehingga URL pada file *.zsync sifatnya tidak mutlak.
Gambar di atas merupakan hasil dari uji coba untuk menjawab apakah file *.part dikenali oleh transmission. Secara sederhana, dikenali dengan baik yaitu dengan adanya persentase tertentu pada progress bar. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa file *.part yang dihasilkan oleh zsync sama dengan file *.part transmission.

Kesimpulan

Kita dapat mengubah URL pada file *.zsync dan file *.part yang dihasilkan oleh zsync sama dengan file *.part transmission.
Demikianlah hasil analisa saya tentang pengunduhan file ISO Ubuntu dengan zsync. Semoga bisa berguna dan semoga harimu menyenangkan.

Comments

Popular posts from this blog

Cerita ngunduh ISO Ubuntu dengan zsync