Pada Paskah tahun 2025 dan 2026, aku mendapatkan tugas sebagai petugas passio. Tetapi, kedua tugas itu memiliki tantangan yang berbeda dan keduanya sangat berkesan. Pertama aku akan menceritakan sedikit tentang Paskah tahun 2025 di Kapel St. Athanasius Agung, Fasilitas Kerohanian UGM.
Hasil pekerjaanku (non-kimia)
Setelah satu tahun ini, aku ditawari sebuah aktivitas di salah satu tim di Kevikepan pada lingkungan Keuskupan Agung Semarang. Aku mengiyakan aktivitas itu sembari menyelesaikan proposal, mencari beasiswa dan pekerjaan. Tiga hal itu yang menjadi aktivitasku belakangan ini. Lagipula, aku juga merasa ada hal yang perlu dibicarakan kepada ahli psikologi. Memang berbayar, namun ternyata terjangkau. Aku tinggal janjian dengan mereka dan mulai berbicara. Masukkan dari seorang kawan yang pernah ke ahli psikologi, dia menyatakan bahwa dengan waktu yang terbatas dan tarif segitu, setidaknya kamu bisa membicarakan apa yang mau dibicarakan secara efektif. Aku berterima kasih atas masukkannya.
Aku merasa payah. Aku juga melakukan kegiatan itu juga untuk mengembalikan diriku agar kembali normal lagi. Aku merindukan diriku yang lama. Diriku yang bersemangat, diriku yang positif. Itu saja, tidak lebih. Aku hanya ingin memastikan kepada ahli psikologi itu apakah tindakan yang aku lakukan ini sudah tepat atau tidak tepat. Jadi, aku perlu menyusun tulisan tertentu untuk itu dan juga membawa semua hasil pekerjaanku.
OK, kembali ke pekerjaanku. Tugas pokok dan fungsiku di kevikepan itu adalah merapikan channel YouTube milik tim itu. Cara merapikanku adalah dengan menambahkan timestamp dan memperbaiki deskripsi. Selain itu, dari sumber video yang ada, aku diminta juga untuk membuat short videonya. Short video YouTube ini, menurut Enno Bening, meningkatkan durasi tontonan pada channel. Bahkan, short video YouTube bisa jadi hook untuk video panjangnya. Nah.., sepertinya, cara inilah yang diperlukan untuk Channel YouTube yang coba aku rapikan ini.
Yah.., sembari aku membuat short video itu, aku ingin membagikan beberapa program video yang ada aku di situ. Baik juga, kalau video-video lain aku ikut promosikan di sini lewat static page pada blog-ku ini. Inilah video-video itu, tonton sampai selesai, ya.
Meraih banyak prestasi di SDK Sang Timur Semarang
KantinKu - SMP Yohanes XXIII Semarang
Guru agama Katolik bisa punya gaji tinggi, begini caranya. - STPKat St. Fransiskus Asisi Semarang
Itu saja yang bisa aku tulis, terima kasih sudah membaca, ya.
Jurnal Linuxku: Penggunaan vim studi kasus membuat file csv
Inilah post pertama tahun 2026 di blog ini. Aku belum sempat untuk membuat catatan akhir tahun 2025, sama seperti teman-teman yang lain yang membuat rekap atau kaleidoskop a la mereka di akun sosial media mereka masing-masing. Aku belum membuatnya, karena aku sedang dalam kondisi persiapan total untuk proposalku yang akan aku ajukan untuk beasiswa doktoralku. Pengaturan jadwal dan prioritas menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, jam tidurku yang tidak sampai 8 jam membuatku bersin-bersin, ketika menulis ini. Ini bahaya. Aku merasa aku gak boleh sakit dulu, sebelum semua selesai dan beres.
OK, langsung saja. Sore itu, sehari setelah Hari Raya Natal menurut kalender Julian, kawanku memintaku untuk mengubah data potensi yang ditulis dalam format Microsoft Word (*.docx), ke dalam format Microsoft Excel (*.xlsx). Karena menurutku mudah, lantas aku kerjakan secepatnya. Nah..., masalahnya adalah filenya tidak dalam bentuk tabel. Jadi, bentuknya form satu per satu gitu. Wah..., capek banget copy dan paste satu per satu ke Microsoft Excel-nya. Akhirnya aku menemukan ide.
Idenya adalah menyalin isi file data potensi itu ke gedit, lalu mengeditnya menjadi format csv yang fleksibel. Fleksibel dalam arti bisa diubah-ubah menjadi format apapun yang berkaitan dengan data, diimpor ke manapun dan dipindahkan dengan sistem operasi yang beda-beda (cross-platform).
Untukmu yang belum tahu format file csv, penjelasan sederhananya adalah tabel yang dipisahkan oleh koma atau tanda lain. Tanda-tanda lain yang umum dipakai selain koma adalah semikolon (titik koma), spasi atau tab. Biasanya, baris pertama merupakan header atau nama kolom untuk tabel, meskipun tidak semua tabel memiliki header.
Sebetulnya, masalah tidak secara otomatis selesai. Masalah berikutnya adalah proses untuk pembentukan file *.csv itu. Cukup lelah ternyata, kalau kita menghapus satu per satu dari bagian yang tidak diperlukan dan melakukan tindakan yang berulang-ulang; apalagi datanya cukup banyak. Selain itu, selama proses pembentukan file *.csv itu diperlukan penghilangan baris atau penyatuan baris untuk membuat data yang padu. Sebagai alternatif dari gedit sebagai editor teks adalah vim.
Vim merupakan salah satu editor teks berbasis terminal atau linux command line, sama seperti nano. Perbedaan antara vim dan nano adalah klaim dari vim yang lebih efisien. Apakah benar? Mungkin, pengalamanku ini dapat membuktikan bahwa vim merupakan software yang efisien.
Jadi, dalam menyusun daftar itu, aku perlu untuk menghapus beberapa karakter dan baris. Selain itu, kadang kala kita perlu menuju ke akhir dari baris. Lalu bagaimana caranya?
Kita misalkan dalam wordnya seperti ini:
Nama : seseorangJenis kelamin : laki-laki
Alamat : Jalan sana-sini 80 kota mana
Aku mencontohkan satu saja. Data yang banyak itu dikopi ke teks editor, disimpan dalam format *.csv. Kita buka terminal dan membukanya dalam vim. Selanjutnya, kita buat kolom-kolom yang kita butuhkan.
"nama","jenis kelamin","alamat"
Nama : seseorang
Jenis kelamin : laki-laki
Alamat : Jalan sana-sini 80 kota mana
Berikutnya, kita tinggal sesuaikan. Caranya adalah letakkan kursor pada bagian depan baris "Nama : seseorang", kemudian hapus kata "Nama :". Caranya dalam kondisi normal, ketik: "d6l". Ketikkan tanpa tanda petik. Maksud dari ketikan itu adalah:
- "d" itu perintah untuk menghapus,
- angka 6 itu banyaknya karakter yang akan dihapus,
- l merupakan arah ke sebelah kanan kursor.
Nah.., setelah diketikan itu, maka
"nama","jenis kelamin","alamat"
seseorang
Jenis kelamin : laki-laki
Alamat : Jalan sana-sini 80 kota mana
Setelah itu, kita perlu menyatukan semua barisnya per data. Kalau kita menghapusnya satu per satu, tindakan itu sangat melelahkan. Kita menggunakan fitur yang ada pada vim untuk menyatukan baris-baris pada data itu. Cara menggunakan fitur itu seperti ini.
- Letakkan pada baris pertama yang akan disatukan barisnya.
- Pada kondisi normal, ketikkan huruf J (kapital J) atau tekan tombol shift + j.
- Efek dari shift + j, akan menyatukan dua baris dengan spasi di depan baris keduanya.
- Jika tidak ingin ada spasi di depannya, maka kita dapat mengetikkan g sebelum menekan shift + j.
Setelah urutan itu diterapkan, maka akan muncul perubahan seperti ini.
"nama","jenis kelamin","alamat"
seseorangJenis kelamin : laki-laki
Alamat : Jalan sana-sini 80 kota mana
Cara yang sama juga digunakan untuk menghapus kata "Jenis kelamin" dan "Alamat". Cara ini diulang hingga akhir data yang dipunyai. Saat ini, kemungkinan ada cara lain menggunakan skrip python untuk menyelesaikan permasalahan ini dan saya belum menemukannya. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, terima kasih sudah membaca sampai habis semoga berguna ya.
Written Februari 27, 2026 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, vim No commentsJurnal Linuxku: Error lagi ketika upgrade Arch Linux
Pagi ini, aku mau melakukan upgrade Arch Linux, sekalian mau isi baterainya. Aku belajar dari pengalaman sebelumnya, biar gak mati di tengah upgrade. Nah.., waktu itu aku melakukan upgrade, ternyata muncul file yang konflik. Kondisi ini tidak biasa, apalagi jumlah file yang mengalami konflik itu banyak. Haruskah file-file itu dihapus langsung? Apa langkah yang harus ditempuh?
Written Oktober 25, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, python No commentsJurnal Linuxku: Cerita tentang upgrade Arch Linux (2)
Setelah beberapa saat, setelah cerita kelalaianku pada post tentang cerita upgrade Arch Linux sebelumnya, aku menandai sebuah error yang yah.., mungkin tidak begitu penting, namun cukup menggangu. Jadi, begini ceritanya: ketika aku akan melakukan upgrade lewat terminal seperti biasa dan menemukan error seperti ini. Ada apa dengan Linux firmware-nya?
Written Oktober 09, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux No commentsJurnal Linuxku: Cerita tentang upgrade Arch Linux
Kali ini, aku akan bercerita tentang kecerobohanku dalam melakukan upgrade. Kalian tahu apa? Ya, aku melupakan pepatah kuno, yaitu: plug your adaptor during upgrade. Aku terlalu percaya diri dengan baterai laptopku, padahal bateraiku sudah lama dan mestinya kapasitas simpan dayanya menurun. Memang benar, kapasitas baterai laptopku sudah turun. Buktinya, laptopku tidak bisa bertahan lebih dari 2 jam.
Written September 27, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux No commentsPerkamen: Jika aku menikah, maka:
Belakangan, aku menyibukkan diri dengan menulis hal yang selama ini menggangguku, apa yang aku inginkan dan sebagainya. Ternyata memang tidak semua orang mampu dan bisa mendengarkan apa keluh kesahku, apa yang aku pikirkan, apalagi orang kita itu sangat menghakimi banget, ketika cowok itu isinya mengeluh. Yah benar sih, mereka bukan psikolog dan gak semua punya kesabaran layaknya bapa pengakuan yang bisa mendengarkan pengakuan dosa umatnya. Lagi, banyak juga konten yang mengatakan, seorang lelaki itu memang harus betah dengan kesunyian, berproses dengan kesunyian. Dunia ini tidak adil dan memang tidak adil.
Jurnal Linuxku: apt autoremove pada Arch Linux
Arch Linux merupakan salah satu distro Linux yang cukup populer. Meskipun tidak sepopuler Debian, Ubuntu, Linux Mint dan turunannya, Arch Linux populer karena kesederhanaannya, bahkan pada website resminya, Arch Linux tetap berusaha menjadi sederhana.
Written Agustus 01, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux No commentsPerkamen: Template LaTeX Tesis
Pada saat membuat pos ini, aku baru ingat kalau aku sudah pernah menulis tentang git dan LaTeX. Padahal sudah membuatnya. Kocak, sih. Kalau ingin membacanya, silakan klik link ini. Jangan lupa untuk meninggalkan komentar, ya siapa tahu kamu mau berdiskusi denganku.
Written April 29, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Latex, ngoding, Note, Perkamen No commentsPerkamen: Ordo Misa 1962 hasil typeset LaTeX
Beberapa waktu yang lalu, aku telah menulis hal teknis tentang bagaimana menulis atau melakukan typeset notasi Gregorian dengan menggunakan GregorioTex dan kompilasinya dengan LuaLaTeX. Apabila kamu melewatkannya, kamu dapat mengklik link ini atau mencarinya pada bagian arsip blog ini di bagian paling bawah atau footer blog ini. Secara umum, artikel itu menceritakan tentang sedikit tentang misa bentuk luar biasa (forma extraordinaria) dan bentuk biasa (forma ordinaria), proses kompilasi dokumen LaTeX yang di dalamnya memerlukan paket gregoriotex dan liturg dengan pdfLaTeX dan hasilnya error serta tentu saja pemecahannya dengan membuat paket alternatif.
Written April 15, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Katolik, Latex, Note, Perkamen No commentsPerkamen: Masalah dan solusi tentang package liturg yang dikombinasikan dengan GregorioTex
Sumber: Proper Missa Forma Extraordinaria (diakses pada 9 Maret 2025).Belakangan ini, aku sempat dikejutkan oleh chat dalam group whatsapp komunitas misa latin tradisional (Forma Extraordinaria). Chat itu berisi tentang permintaan tolong untuk membantu choir lagu gregorian dalam misa perkawinan dengan bentuk luar biasa (Forma Extraordinaria). Mungkin kalau pelaksanaannya di Yogyakarta, tidak masalah dan lumrah. Misa perkawinan forma extraordinaria ini akan dilaksanakan di Semarang. "Yang benar aja?!", kataku dalam hati.
Perkamen: Library CodeIgniter 4 untuk olah link Google Drive
Kegiatan setelah tamat kuliah magister adalah proyek bikin website untuk UMKM. Proyek ini bukan kegiatan utamaku sebagai target setelah study magister kimia, namun hanya kegiatan sampingan untuk mengisi waktu, kegiatan yang berpotensi menghasilkan uang, kegiatan yang mengasah kemampuan dan membantu bisnis orang lain. Project ini aku dapat dari kawanku yang sudah aku kenal sejak 2018.
Written Februari 13, 2025 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
CodeIgniter, ngoding, PHP No commentsPerkamen: Catatan akhir perkuliahan magister
Aku mulai kuliah lagi tahun 2022, sebagai mahasiswa reguler magister kimia UGM. Aku menjadi mahasiswa lagi, artinya: mengerjakan karya tulis lagi untuk lulus. Sebenarnya temanku, aku ada ketakutan untuk tidak bisa lulus tepat waktu, yaitu 4 semester. Benar. Hal itu terjadi.
Jurnal Linuxku: lebih mudah ganti repository Noble Numbat
Pada waktu itu, salah satu peneliti di pusat studi tempat saya mengerjakan tesis. Ada seorang mahasiswa doktoral yang merasa kapok menggunakan WSL (Windows Subsystem for Linux). Dia berkata padaku, "Kapan ada waktu? Saya minta tolong untuk diinstallkan Ubuntu." Jawabku kepadanya, "Harus hari ini, kah? Mendadak banget, pak. Saya tidak bawa flashdisk berisi installer." Dia menginginkan untuk secepatnya diinstallkan Ubuntu. Dia ingin penelitiannya segera selesai. Saya mengatakan, "Ini memerlukan flashdisk kosong dan file *.iso Ubuntu." Saya mengira, dia tidak memiliki salah satu dari kedua benda yang saya sebutkan itu, namun dia telah memilikinya.
Written Desember 29, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Ubuntu No commentsPerkamen: Membuat karya tulis dengan LaTeX dan Github
Dalam menulis tesis, aku mungkin termasuk yang paling tidak umum. Mungkin orang kebanyakan menulis karya tulisnya dengan software pengolah kata biasa, sebut saja Microsoft Word atau 365 yang merupakan versi terbaru dari Microsoft Word, mungkin yang opensource, seperti Libreoffice atau Openoffice. Aku menulis tesis dengan LaTeX. Ini bukan karet atau sejenisnya, ya. LaTeX merupakan software typeset. Sepertinya aku pernah tulis di blog ini tentang LaTeX. Kalau mau check, bisa klik ini, ya.
Written November 22, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Latex, Note, Perkamen No commentsJurnal Linuxku: Running banyak file input ORCA dengan skrip bash
Mungkin sebagai awal aku akan menceritakan latar belakangnya. Jadi aku ikut membantu project yang berhubungan dengan penelitian salah seorang temanku. Temanku ini meneliti di laboratorium eksperimen, nah.., aku mengerjakan bagian komputasinya. Belakangan memang penelitian itu saling dikomparasi antara penelitian eksperimen dengan penelitian komputasi atau teoretis. Penelitian model seperti ini bisa menguntungkan baik bagi peneliti eksperimen maupun peneliti teoretis.
Written November 21, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, kimia komputasi, Note No commentsJurnal Linuxku: Bootloader pada Arch Linux, Sebuah Pengalaman Pribadi
Sepanjang kuliah magister ini, aku mendapatkan banyak pengalaman yang berharga dan menurutku; semakin mengasah kemampuan dan keahlian yang aku punya. Meskipun aku menjalankannya sebagai hobi saja. Apakah itu? Ya, benar. Hobi otak-atik komputer dan Linux.
Written Agustus 05, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux No commentsJurnal Linuxku: file .bashrc tiba-tiba hilang
Sesuai dengan judulnya, ya. Ini kejadian yang mengagetkan sebenarnya. Satu komputer di tempat kami digunakan dua orang dengan masing-masing akunnya. Salah satu orang itu paham linux dan diberikan akun superuser. Sayangnya, orang itu jarang pakai; bahkan sampai file .bashrc-nya hilang.
Written Mei 23, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, Ubuntu No commentsJurnal Linuxku: Karakter khusus, format subscript dan superscript pada xmgrace
Pada saat ini, aku sedang menulis tesis. Seperti karya ilmiah pada umumnya, ada proses olah data dan penyajian data. Banyak software yang dapat dipakai untuk olah maupun penyajian data. Aku memilih menggunakan xmgrace, sebab hasil yang diberikan baik dan tampak seperti pada artikel-artikel ilmiah yang terindeks Scopus.
Written Mei 09, 2024 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
Jurnal Linuxku, Linux, xmgrace No commentsJurnal Linuxku: Miniconda3 dengan simbolic links between file
Sudah lama tidak update di sini. Jadi ceritanya, saya memang sedang penelitian komputasi. Seperti yang telah diketahui bersama, kalau software komputasi itu memerlukan paket-paket atau lingkungan tertentu agar dapat berjalan dengan baik.
Written Oktober 04, 2023 by Alberto Krishna Ksatria Winning Kusuma
dftb+, Jurnal Linuxku, Linux No comments




https://orcid.org/0009-0001-5292-8615