Mengupgrade Ubuntu Menggunakan Alternate ISO

Ubuntu adalah salah satu distribusi terkenal dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Akulah salah satu pengguna Ubuntu. Pada hari ini, aku akan menuliskan langkah demi langkah bagaimana mengupgrade Ubuntu menggunakan Alternate ISO. Selamat menyimak.

Aku mempunyai beberapa alasan mengapa aku menulis ini.
  1. Mengingat bahwa di rumahku jaringan internetnya tergolong tidak begitu stabil.
  2. Pengalamanku mengupgrade via jaringan mengasilkan hasil upgrade parsial. Menurut pakar IT yang aku kenal, hasil upgrade parsial itu tidak mengenakkan. Ternyata, faktanya memang iya.
  3. Hasil pencarian dari google.com, ternyata masih kurang artikel tentang ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, sebenarnya artikel ini mengutip dari beberapa hasil pencarian yang berbahasa inggris salah satunya: Community Ubuntu Documentation, dan liberiangeek.net. Pada link-link itu memperlihatkan petunjuk untuk beberapa code name Ubuntu, namun aku pikir tidak masalah andai kata aku memiliki Oneiric Ocelot akan mengupgrade ke Precise Pangolin. Langkahnya sama.
Baiklah langsung saja. Langkah yang pertama adalah silakan untuk mengunduh file *.iso nya.
INGAT!
Unduhlah file iso alternate, bukan file iso desktop biasa. Umumnya, nama filenya adalah ubuntu-**.**-alternate-architecture.iso. misalnya ubuntu-12.04-alternate-i386.iso
Silakan mengunduhnya, dapat melalui server secara langsung, atau melalui protokol BitTorrent. Tetapi, aku sarankan untuk mengunduhnya menggunakan BitTorrent. [1]

Langkah selanjutnya setelah file secara lengkap terunduh, kamu bisa membakarnya dalam CD. Tetapi, apabila kamu tidak mau membuang CD, kamu dapat me-mount-nya.
Bukalah terminalmu, ketik ini
sudo mount -o loop ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso /media/cdrom0
Untuk ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso adalah lokasi file iso aternate-nya.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang memungkinkan kamu untuk mengupgrade menggunakan CD ini.

Kalau tidak muncul secara otomatis, tekan Alt+F2 ketik
gksu "sh /cdrom/cdromupgrade"
Demikianlah, semoga berguna ya.

Catatan Kaki

Torrent Versus Internet Download Manager

SECARA TIDAK SENGAJA aku menjelajah Google (cari ide untuk menulis di sini), dan menemukan sebuah blog dan tulisannya tentang Torrent dan Internet Download Manager. Yah, bisa dibilang tulisan ini adalah sebuah pembelaan. Namun, aku hanya lebih menyarankan untuk menggunakan Protokol Torrent. Kira-kira inilah alasan-alasanku, mengapa aku lebih menyarankan menggunakan Torrent.

Sebelumnya, kita harus mengetahui apakah Torrent itu. BitTorrent atau terkenal dengan torrent saja, adalah sebuah protokol file sharing peer-to-peer yang digunakan untuk mendistribusikan file-file ukuran besar.Aku jadi teringat dengan tulisan lamaku di web log ini. Secara ringkas, telah aku tunjukan tentang protokol Torrent.
Memang benar adanya apabila mengutip dari bingungkuadrat.blogspot.com bahwa mengunduh dengan protokol BitTorrent memiliki rentang kecepatan unduh 1KBps sampai 50KBps. Tetapi, protokol BitTorrent dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan unduhnya.

Faktor yang paling utama adalah seeder dan leecher. Seeder adalah klien BitTorrent yang memberikan sumber filenya kepada klien BitTorrent yang lain, sedangkan leecher adalah klien BitTorrent yang melakukan pengunduhan file dan juga memberikan file yang telah diunduhnya sebagai file sumber. Perbedaanya antara seeder dan leecher adalah seeder sudah tidak mengunduh file, karena ia telah memiliki file itu secara lengkap. Hubungan seeder dan leecher dengan kecepatan unduh, adalah berbanding lurus. Jadi, semakin banyak seeder dan leecher, semakin cepat kecepatan unduhnya.

Lalu, timbul sebuah pertanyaan, bagaimana aku tahu jumlah seeder dan leecher yang aku gunakan di klien BitTorrent-ku? Dapatkah aku mengatur banyaknnya seeder dan leecher yang terhubung dengan klien BitTorrent-ku? Bisa. Aku mempergunakan Transmision sebagai klien BitTorrent-ku. Transmision memang disediakan untuk para pengguna open source, dan aku belum pernah melihat pengguna Windows menggunakan Transmision. Transmision dapat mengatur kecepatan unduh dan unggah, serta banyaknya peer (seeder dan leecher). Aku kurang begitu mengetahui bagaimana tentang microtorrent atau yang lainya. Mungkin akan aku bahas pada kesempatan yang lain.

Faktor yang kedua adalah device connection yang digunakan untuk menyambung ke internet. Biasanya, koneksi internet menggunakan kabel lebih cepat dibandingkan yang nirkabel. Ada benarnya, namun ada yang bilang kurang tepat. aku menulis artikel ini menggunakan salah satu ISP internet kabel di Indonesia yang merupakan langganan keluarga sejak lama. Faktanya, memiliki kecepatan unduh maksimal sampai 50KBps. Aku menjadi sangat terkejut ketika aku nongkrong di salah satu wifi area (aku hanya sendiri). Ternyata, kecepatan unduh mencapai 300KBps. Sungguh amat mengejutkan. Tetapi, sayang sekali aku tidak mempunyai bukti foto layar, sehingga kamu bisa lebih percaya.

Kemudian, dengan menggunakan protokol BitTorrent, kita banyak diuntungkan. Meskipun kecepatan unduh yang rendah, kita dapat berbagi file dengan pengguna yang lain dengan harapan pengguna lain juga mau menjadi seeder bagi yang lain pula. Prinsipnya adalah berbagi dengan suka rela. Bagi yang pemilik server, servernya tidak perlu bekerja keras saat pengunduhan file-file besar. Karena mengunduh secara langsung dari server membuat server harus melayani secara langsung klien yang mengunduh. file-file besar di"pecah-pecah" menjadi banyak file-file kecil yang relatif sama besarnya, dengan menggunakan metode ini server menjadi lebih awet.

Sedangkan Internet Download Manager (IDM), dapat memakan banyak bandwith. Selain itu, IDM membutuhkan "perhatian" dari server. Sehingga server menjadi jarang Time out.

Jadi kesimpulannya, aku lebih memilih menggunakan BitTorrent karena dapat menguntungkan banyak pihak. Demikianlah, semoga dapat berguna.

JOTI Menggunakan XChat

JOTI kepanjangan dari Jamboree On The Internet. JOTI diadakan setiap satu tahun sekali, yaitu pada akhir pekan ke-3 bulan Oktober. JOTI berlangsung bersamaan dengan JOTA (Jamboree On The Air).
JOTI mempergunakan protokol IRC sebagai protokol komunikasi di internet, antara sesama anggota Pramuka di seluruh dunia. Protokol IRC membutuhkan:
  • Server IRC
    Server ini milik WOSM (dalam hal ini untuk ber-JOTI)
  • IRC Client
    Software yang wajib dimiliki anggota Pramuka yang akan berpartisipasi dalam JOTI.
IRC client adalah software yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna lain dengan menggunakan protokol IRC. Sangat banyak jenis dan model IRC client. Mulai dari yang gratis sampai yang berbayar, yang hanya baris perintah hingga yang menggunakan tampilan grafis.
Sekarang yang akan saya bahas adalah IRC client: xchat yang digunakan untuk kegiatan JOTI.Alasan memilih xchat, karena ia memiliki kelebihan:
  • Multiplatform
    Artinya, mendukung berbagai macam sistem operasi.
  • Freeware (memiliki sumber terbuka)
    Artinya, kita tidak perlu membeli softwarenya untuk digunakan selama kita mau, alias gratis.
Jadi, bagi teman-teman Pramuka yang menggunakan Debian, Ubuntu, dan lain-lain yang berbasis Linux, tidak perlu khawatir tidak dapat ikut JOTI lewat komputer atau laptopnya sendiri. Nah, bagi pengguna Windows, juga bisa kok memakai client ini.

Penginstalan Bagi Pengguna Windows

Seperti biasa, pertama-tama instal xchat dengan mengunduhnya di sini.

Penginstalan Bagi Pengguna Debian/Ubuntu

CATATAN PENTING: Untuk menginstal, harus tersambung dengan jaringan internet.
Apabila belum terinstal, instalah terlebih dahulu. Perhatikan langkah-langkah ini!
  1. Buka terminal atau cnsole. (Aplication--Accesories--Terminal)
  2. Ketik:
    sudo apt-get install xchat
  3. Tekan enter, masukan password-mu, tekan enter lagi.
  4. Ikuti, dan ketik "y" dan tekan enter.
  5. tunggu hingga proses instalasi selesai.

Pengaturan JOTI

Untuk ber-JOTI, Pramuka-Pramuka di seluruh dunia berkumpul dalam sebuah server IRC. dan WOSM telah memiliki server sendiri yaitu di scoutlink.net. Jadi, kita harus menyambungkan IRC client ke server itu. Perhatikan cara di bawah ini, cara ini berlaku untuk pengguna Windows maupun Debian/Ubuntu.
  1. Bukalah aplikasinya, sehingga muncul programnya seperti ini.

    Karena aku sering bermain di server scoutlink, maka sudah ada server itu.
    Isilah nickname dengan nick-mu sendiri.
  2. Kemudian, untuk menyambungkan ke server WOSM, klik Add, pada new network pada Networks, dengan nama scoutlink.net. Kita belum bisa ber-JOTI, tapi harus di tautkan ke server. caranya, pada networks klik scoutlink.net, klik edit, sehingga muncul jendela seperti ini.

    buatlah jendela itu sama persis dengan jendela ini.

    klik close.
  3. Keluarlah jendela pertama, klik connect.
Demikianlah. Selamat ber-JOTI, dan semoga bermanfaat.

Kemampuan Forensik Backtrack 4

Ketika kamu melakukan boot pertama pada Backtrack 4, mungkin kamu memperhatikan sesuatu yang berbeda.



Jadi, apa maksud dari opsi "Start BackTrack Forensics"?

Live CD dan Forensik

Untuk waktu yang lama, Live CD Linux telah sangat berguna untuk tujuan forensik yang memadai, sebagai contoh untuk sebuah alasan atau yang lain bahwa kamu tidak dapat memanfaatkan write blocker hardware. Ketika tidak terkonfigurasi pada automount drive, dan sedikit yang diketahui, Live CD Linux dapat menjadi software write blocker yang hebat. Untuk Live CD Linux, perlu dipertimbangkan bahwa bagaimanapun yang terpenting Live CD tidak merubah data apapun, dengan cara apapun. Jadi, kamu tidak dapat merubah arsitektur Linux yang kamu jadikan Live CD. Dahulu, hal ini dikesampingkan penggunaan Backtrack untuk tujuan forensik. Backtrack akan meng-automount drive-drive yang tersedia dan memanfaatkan partisi swap yang tersedia. Hal ini dapat menyebabkan malapetaka, perubahan mount terakhir, mengubah data pada disk dan lain sebagainya. Live CD Backtrack 4 telah memasukan perubahan untuk memungkinkan boot mode yang lebih bersih.

Bagaimana?

Mari, kita tengok. Orang-orang forensik sering kali berorientasi mendetail dan sangat konservatif, jadi bagaimanakah kita tahu bahwa itu aman digunakan? yah, pertama dari Live CD Backtrack 4 didasarkan dari Casper dan tidak mengandung semua skrip filesystem yang di mount. Skrip installasi sistem telah diubah dalam mode boot forensik jadi Backtrack 4 tidak akan mencari dan menggunakan partisi swap yang terdapat pada sistem. Semua skrip-skrip itu telah dihapus dari sistem.

Verifikasi

Untuk pengujian fungsi, kami telah menguji mode boot ini dengan banyak konfigurasi hardware.Untuk setiap test, kita mengambil snapshoot sebelum MD5 dari disk sistem. Boot Backtrack 4 dalam mode boot forensik. Verivikasi, bahwa tidak ada yang terpasang, dan swap tidak digunakan. Lakukan sejumlah kegiatan pada sistem. Kemudian, matikan sistem dan ambil snapshot MD5 setelah kegiatan. Pada perbandingan antara dua snapshot MD5, dalam setiap kasus mereka cocok, memperlihatkan tak ada perubahan pada disk yang telah dibuat. Jadi, dapatkah kamu mempercayai Backtrack 4 untuk tujuan forensikmu? Tidak sampai memverifikasi seperti itu juga! Sama seperti alat forensik, kelalaianya untuk mengambil kata-kata orang lain yang alat apapun bekerja dengan benar.Terserah kamu untuk memverifikasi peralatan secara independen sebelum menggunakannya. Harapan kami, hasilmu akan cocok dengan kita, dan kamu akan menemukan Backtrack 4 adalah tambahan bagus untuk set peralatanmu. (Dan, jika hasil Anda menemukan masalah, silakan beritahu kami ASAP dan mencakup rincian tentang bagaimana Anda melakukan pengujianmu, karena itu yang akan menjadi bahan masalah nyata.)

Penggunaan

Ketika kamu menggunakan Backtrack untuk tujuan forensik, pastikan kamu tidak membiarkannya booting tanpa pengawasan. boot standar untuk Backtrack adalah mode boot yang akan menggunakan partisi swap sewaktu mereka berjalan. Ada penundaan panjang yang menyenangkan bagaimanapun, jadi Anda akan memiliki banyak waktu untuk memilih mode boot yang tepat. Tolong diingat juga, bahwa ini adalah distribusi Linux. Sangat disarankan bahwa kamu harus familiar dengan Linux sebelum menggunakan ini, atau Linux live CD yang lain untuk tujuan forensik lain. Juga, pastikan untuk memeriksa alat-alat forensik tambahan yang ditambahkan untuk Backtrack 4. Kami telah berkonsentrasi pada penambahan pencitraan dan alat triase, tetapi jika Anda menemukan bahwa salah satu utilitas favorit Anda tidak di tempat silakan beritahu kami agar kami dapat melihat ke dalam setelah itu ditambahkan.

Diterjemahkan dari : Backtrack Forensics

Kebijakan Baru

Mulai Sekarang, blog ini memakai 2 bahasa. Bahasa yang dipergunakan dalam blog ini adalah Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Indonesia, dan Bahasa Inggris sebagai bahasa pemersatu antarbangsa Dunia.
Aku menindaklanjuti saran teman-teman yang telah memberikan kritik atas blog ini, secara langsung kepadaku. Sebaiknya menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menulis dalam Bahasa Inggris.

Demikianlah, terimakasih.