ArpOn: Penangkal Netcut Untuk Ubuntu Linux

Netcut, siapa yang tidak mengenal aplikasi ini. Netcut terdiri atas dua kata: "Net" yang artinya jaringan, dan "cut" yang artinya potong. Jadi, Netcut adalah aplikasi untuk menghentikan orang untuk beraktifitas dalam jaringan. Netcut ini dipakai di lingkungan pengguna Windows. Sekarang, kita masuk ke pokok permasalahan.
Netcut ini biasanya dipakai oleh orang-orang yang suka iseng. Biasanya orang yang senang nongkrong di wifi area, sedang mengunduh file-file besar, yang ingin cepat selesai, dan merasa seluruh bandwith di tempat itu adalah kepunyaanya. Egois sekali, bukan? Jelas, orang pasti tidak akan suka.

Untuk menangkal orang-orang yang seperti itu, kita harus memiliki ArpOn. ArpOn adalah penangan daemon portabel yang membuat protokol ARP aman untuk menghindari Serangan Man In The Midle (MITM) melalui ARP Spoofing, ARP Cache Poisoning atau serangan ARP Poison Routing (APR). ArpOn juga memblok serangan turunannya, antara lain sniffing, Hijacking, Injection, Filtering & kawan-kawanya untuk serangan turunan yang lebih kompleks, seperti: DNS Spoofing, WEB Spoofing, Session Hijacking and SSL/TLS Hijacking & kawan-kawanya.[1]

Langsung saja ya. Jadi, apabila di laptop atau komputernya belum terinstal arpOn, maka dapat diinstal. Seperti biasa buka terminalnya.
sudo apt-get install arpon
Jangan lupa ya, kalo menginstal dengan perintah ini, harus terkoneksi internet.

Setelah proses instalasi selesai, jangan di tutup dulu terminalnya. Ketik ini.
sudo gedit /etc/default/arpon
sehingga muncul pengedit teks.

Perbaiki teks itu, sehingga menjadi seperti ini,
# Defaults for arpon initscript
# sourced by /etc/init.d/arpon
# installed at /etc/default/arpon by the maintainer scripts


# You must choose between static ARP inspection (SARPI) and
# dynamic ARP inspection (DARPI)
#
# For SARPI uncomment the following line
# DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -s"

# For DARPI uncomment the following line
DAEMON_OPTS="-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -y"

# Modify to RUN="yes" when you are ready
RUN="yes"
[2]
lihatlah secara teliti, ya.

Penggunaannya, silakan ketik $ sudo arpon --help
Jalankan ArpOn pada waktu tersambung internet.
sudo arpon -y eht0 -d
Semoga bermanfaat.

Catatan Kaki

[1] http://arpon.sourceforge.net/
[2] Forum Ubuntu Indonesia

Mengupgrade Ubuntu Menggunakan Alternate ISO

Ubuntu adalah salah satu distribusi terkenal dan digunakan secara luas di seluruh dunia. Akulah salah satu pengguna Ubuntu. Pada hari ini, aku akan menuliskan langkah demi langkah bagaimana mengupgrade Ubuntu menggunakan Alternate ISO. Selamat menyimak.

Aku mempunyai beberapa alasan mengapa aku menulis ini.
  1. Mengingat bahwa di rumahku jaringan internetnya tergolong tidak begitu stabil.
  2. Pengalamanku mengupgrade via jaringan mengasilkan hasil upgrade parsial. Menurut pakar IT yang aku kenal, hasil upgrade parsial itu tidak mengenakkan. Ternyata, faktanya memang iya.
  3. Hasil pencarian dari google.com, ternyata masih kurang artikel tentang ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, sebenarnya artikel ini mengutip dari beberapa hasil pencarian yang berbahasa inggris salah satunya: Community Ubuntu Documentation, dan liberiangeek.net. Pada link-link itu memperlihatkan petunjuk untuk beberapa code name Ubuntu, namun aku pikir tidak masalah andai kata aku memiliki Oneiric Ocelot akan mengupgrade ke Precise Pangolin. Langkahnya sama.
Baiklah langsung saja. Langkah yang pertama adalah silakan untuk mengunduh file *.iso nya.
INGAT!
Unduhlah file iso alternate, bukan file iso desktop biasa. Umumnya, nama filenya adalah ubuntu-**.**-alternate-architecture.iso. misalnya ubuntu-12.04-alternate-i386.iso
Silakan mengunduhnya, dapat melalui server secara langsung, atau melalui protokol BitTorrent. Tetapi, aku sarankan untuk mengunduhnya menggunakan BitTorrent. [1]

Langkah selanjutnya setelah file secara lengkap terunduh, kamu bisa membakarnya dalam CD. Tetapi, apabila kamu tidak mau membuang CD, kamu dapat me-mount-nya.
Bukalah terminalmu, ketik ini
sudo mount -o loop ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso /media/cdrom0
Untuk ~/Desktop/ubuntu-10.04-alternate-i386.iso adalah lokasi file iso aternate-nya.

Selanjutnya akan muncul kotak dialog yang memungkinkan kamu untuk mengupgrade menggunakan CD ini.

Kalau tidak muncul secara otomatis, tekan Alt+F2 ketik
gksu "sh /cdrom/cdromupgrade"
Demikianlah, semoga berguna ya.

Catatan Kaki

Torrent Versus Internet Download Manager

SECARA TIDAK SENGAJA aku menjelajah Google (cari ide untuk menulis di sini), dan menemukan sebuah blog dan tulisannya tentang Torrent dan Internet Download Manager. Yah, bisa dibilang tulisan ini adalah sebuah pembelaan. Namun, aku hanya lebih menyarankan untuk menggunakan Protokol Torrent. Kira-kira inilah alasan-alasanku, mengapa aku lebih menyarankan menggunakan Torrent.

Sebelumnya, kita harus mengetahui apakah Torrent itu. BitTorrent atau terkenal dengan torrent saja, adalah sebuah protokol file sharing peer-to-peer yang digunakan untuk mendistribusikan file-file ukuran besar.Aku jadi teringat dengan tulisan lamaku di web log ini. Secara ringkas, telah aku tunjukan tentang protokol Torrent.
Memang benar adanya apabila mengutip dari bingungkuadrat.blogspot.com bahwa mengunduh dengan protokol BitTorrent memiliki rentang kecepatan unduh 1KBps sampai 50KBps. Tetapi, protokol BitTorrent dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan unduhnya.

Faktor yang paling utama adalah seeder dan leecher. Seeder adalah klien BitTorrent yang memberikan sumber filenya kepada klien BitTorrent yang lain, sedangkan leecher adalah klien BitTorrent yang melakukan pengunduhan file dan juga memberikan file yang telah diunduhnya sebagai file sumber. Perbedaanya antara seeder dan leecher adalah seeder sudah tidak mengunduh file, karena ia telah memiliki file itu secara lengkap. Hubungan seeder dan leecher dengan kecepatan unduh, adalah berbanding lurus. Jadi, semakin banyak seeder dan leecher, semakin cepat kecepatan unduhnya.

Lalu, timbul sebuah pertanyaan, bagaimana aku tahu jumlah seeder dan leecher yang aku gunakan di klien BitTorrent-ku? Dapatkah aku mengatur banyaknnya seeder dan leecher yang terhubung dengan klien BitTorrent-ku? Bisa. Aku mempergunakan Transmision sebagai klien BitTorrent-ku. Transmision memang disediakan untuk para pengguna open source, dan aku belum pernah melihat pengguna Windows menggunakan Transmision. Transmision dapat mengatur kecepatan unduh dan unggah, serta banyaknya peer (seeder dan leecher). Aku kurang begitu mengetahui bagaimana tentang microtorrent atau yang lainya. Mungkin akan aku bahas pada kesempatan yang lain.

Faktor yang kedua adalah device connection yang digunakan untuk menyambung ke internet. Biasanya, koneksi internet menggunakan kabel lebih cepat dibandingkan yang nirkabel. Ada benarnya, namun ada yang bilang kurang tepat. aku menulis artikel ini menggunakan salah satu ISP internet kabel di Indonesia yang merupakan langganan keluarga sejak lama. Faktanya, memiliki kecepatan unduh maksimal sampai 50KBps. Aku menjadi sangat terkejut ketika aku nongkrong di salah satu wifi area (aku hanya sendiri). Ternyata, kecepatan unduh mencapai 300KBps. Sungguh amat mengejutkan. Tetapi, sayang sekali aku tidak mempunyai bukti foto layar, sehingga kamu bisa lebih percaya.

Kemudian, dengan menggunakan protokol BitTorrent, kita banyak diuntungkan. Meskipun kecepatan unduh yang rendah, kita dapat berbagi file dengan pengguna yang lain dengan harapan pengguna lain juga mau menjadi seeder bagi yang lain pula. Prinsipnya adalah berbagi dengan suka rela. Bagi yang pemilik server, servernya tidak perlu bekerja keras saat pengunduhan file-file besar. Karena mengunduh secara langsung dari server membuat server harus melayani secara langsung klien yang mengunduh. file-file besar di"pecah-pecah" menjadi banyak file-file kecil yang relatif sama besarnya, dengan menggunakan metode ini server menjadi lebih awet.

Sedangkan Internet Download Manager (IDM), dapat memakan banyak bandwith. Selain itu, IDM membutuhkan "perhatian" dari server. Sehingga server menjadi jarang Time out.

Jadi kesimpulannya, aku lebih memilih menggunakan BitTorrent karena dapat menguntungkan banyak pihak. Demikianlah, semoga dapat berguna.

JOTI Menggunakan XChat

JOTI kepanjangan dari Jamboree On The Internet. JOTI diadakan setiap satu tahun sekali, yaitu pada akhir pekan ke-3 bulan Oktober. JOTI berlangsung bersamaan dengan JOTA (Jamboree On The Air).
JOTI mempergunakan protokol IRC sebagai protokol komunikasi di internet, antara sesama anggota Pramuka di seluruh dunia. Protokol IRC membutuhkan:
  • Server IRC
    Server ini milik WOSM (dalam hal ini untuk ber-JOTI)
  • IRC Client
    Software yang wajib dimiliki anggota Pramuka yang akan berpartisipasi dalam JOTI.
IRC client adalah software yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna lain dengan menggunakan protokol IRC. Sangat banyak jenis dan model IRC client. Mulai dari yang gratis sampai yang berbayar, yang hanya baris perintah hingga yang menggunakan tampilan grafis.
Sekarang yang akan saya bahas adalah IRC client: xchat yang digunakan untuk kegiatan JOTI.Alasan memilih xchat, karena ia memiliki kelebihan:
  • Multiplatform
    Artinya, mendukung berbagai macam sistem operasi.
  • Freeware (memiliki sumber terbuka)
    Artinya, kita tidak perlu membeli softwarenya untuk digunakan selama kita mau, alias gratis.
Jadi, bagi teman-teman Pramuka yang menggunakan Debian, Ubuntu, dan lain-lain yang berbasis Linux, tidak perlu khawatir tidak dapat ikut JOTI lewat komputer atau laptopnya sendiri. Nah, bagi pengguna Windows, juga bisa kok memakai client ini.

Penginstalan Bagi Pengguna Windows

Seperti biasa, pertama-tama instal xchat dengan mengunduhnya di sini.

Penginstalan Bagi Pengguna Debian/Ubuntu

CATATAN PENTING: Untuk menginstal, harus tersambung dengan jaringan internet.
Apabila belum terinstal, instalah terlebih dahulu. Perhatikan langkah-langkah ini!
  1. Buka terminal atau cnsole. (Aplication--Accesories--Terminal)
  2. Ketik:
    sudo apt-get install xchat
  3. Tekan enter, masukan password-mu, tekan enter lagi.
  4. Ikuti, dan ketik "y" dan tekan enter.
  5. tunggu hingga proses instalasi selesai.

Pengaturan JOTI

Untuk ber-JOTI, Pramuka-Pramuka di seluruh dunia berkumpul dalam sebuah server IRC. dan WOSM telah memiliki server sendiri yaitu di scoutlink.net. Jadi, kita harus menyambungkan IRC client ke server itu. Perhatikan cara di bawah ini, cara ini berlaku untuk pengguna Windows maupun Debian/Ubuntu.
  1. Bukalah aplikasinya, sehingga muncul programnya seperti ini.

    Karena aku sering bermain di server scoutlink, maka sudah ada server itu.
    Isilah nickname dengan nick-mu sendiri.
  2. Kemudian, untuk menyambungkan ke server WOSM, klik Add, pada new network pada Networks, dengan nama scoutlink.net. Kita belum bisa ber-JOTI, tapi harus di tautkan ke server. caranya, pada networks klik scoutlink.net, klik edit, sehingga muncul jendela seperti ini.

    buatlah jendela itu sama persis dengan jendela ini.

    klik close.
  3. Keluarlah jendela pertama, klik connect.
Demikianlah. Selamat ber-JOTI, dan semoga bermanfaat.