Membongkar-Pasang File *.pdf di Ubuntu

Inilah yang paling seru menurutku, yaitu membongkar-pasang. Bagaimana menurutmu? Sedikit cerita dariku. Jadi seperti ini, tanggal 26 Desember 2012 yang lalu, bapaku selesai merevisi tesisnya. Seperti yang kamu tahu, itu adalah syarat untuk lulus pendidikan Strata-2. Bapakku satu almamater denganku, yakni di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Jadi, agar dapat diwisuda, bapak harus mengumpulkan tesis-nya dalam dua bentuk. Yang pertama dalam bentuk cetak, dan bentuk e-book. Memang di UNNES, dengan konservasi-nya sebisa mungkin mengurangi penggunaan kertas. Sehingga menggunakan e-book dalam pengumpulannya.

Masalah dimulai pada waktu pengumpulan dengan format e-book. Seperti yang kita tahu, bahwa e-book pada umumnya memiliki format *.pdf (meskipun ada format yang lain selain itu). Bapaku kebingungan, bagaimana mengubahnya dan menyatukannya. Sebab, Bapak membangun tesis-nya dengan menggunakan Microsoft Office Word dan Excel 2007. Microsoft belum memasukkan teknologi konversi file Microsoft Office ke *.pdf (setahuku, itu baru dimasukan di versi 2010-nya). Lalu, aku berkata kepada bapaku, "Itu gampang, pak. Serahkan semua padaku, bapak tinggal duduk. Kalau sudah jadi tinggal check." "Lho?! tapi nanti dijadikan satu file e-book ya." "Bisa diatur, pak klo yang itu." Bagaimanakah caranya? Inilah dia.

Sebelumnya, aku hanya menuliskan secara global-nya saja. Masalah nama file, itu bisa jadi berbeda.

  1. Pertama-tama, yang jelas semua file harus sudah berformat *.pdf. Andaikata ada yang belum berformat *.pdf, dikonversi dulu ya. Untuk konverter online, aku sarankan menggunakan convertonlinefree.com.
  2. Software yang aku gunakan adalah pdftk. Bagi yang komputernya belum terinstall pdftk, silakan di install dulu lewat terminal.
    sudo apt-get install pdftk
    Oh..., iya jangan lupa ya, harus terkoneksi dengan internet.
  3. Misalkan kamu mau membongkar file *.pdf, buatlah satu folder kosong dan tempatkan file itu di dalam folder kosong itu.
  4. Kembali, bukalah terminalmu, ketiklah ini.
    cd ~/nama_folder_lokasi_file
    pdftk nama-file.pdf burst
    • Pertama kita harus memindah direktori terminal kita ke tempat file yang akan kita bongkar. Pada umumnya, terminal memiliki direktori standar /home/nama_pengguna. Memindah direktorinya menggunakan perintah cd.
    • Dengan mengetikan perintah, setelah perintah cd, maka file *.pdf-mu akan terbagi-bagi per halaman satu file *.pdf. Disitulah kamu dapat mengubah halaman-halamannya.
  5. Setelah itu, silakan untuk mengubah-ubah halamannya. Terserah padamu untuk mengubahnya. Mengubahnya itu bukan editing kontennya, tetapi berupa urutan, atau halaman.
  6. Setelah puas mengubah-ubah, mari kita satukan lagi menjadi satu file. Caranya masuk ke jendela terminalmu, dan ketikan ini.
    pdftk fileA.pdf fileB.pdf cat output namafilejadi.pdf
    Yang dicetak tebal dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.
  7. Jadilah file *.pdf-mu jadi satu.

Yang perlu diperhatikan adalah:

  1. Penggunaan lambang asterik *.pdf. Lambang ini dapat mewakili semua file yang berekstensi .pdf. Jadi, pada saat menyatukan file-file .pdf, harap berhati-hati dan diteliti kembali isi foldernya.
  2. Urutan file. Ketika kamu menulis perintah untuk menyatukan file-file .pdf, nama file yang pertama kamu tulis adalah file pertama. nama file kedua yang kamu tulis adalah file ke-2, begitu seterusnya.
    pdftk c.pdf a.pdf b.pdf cat output jadi.pdf
    Halaman yang pertama yang terjadi adalah halaman pertama dari file c.pdf.

Demikianlah cerita dan pengalaman yang dapat aku bagi. Terima kasih, semoga dapat membantu.

Slax Kembali Aktif

Setelah sekian lama, Slax akhirnya aktif kembali. Berita ini di langsir dari distrowatch.com tertanggal pada 23 Desember 2012, yang lalu.
Ini adalah terjemahan beritanya dalam Bahasa Indonesia:
Tomáš Matějíček telah mengumumkan rilis Slax 7.0.1, update dan perbaikan bug dari live CD berbasis Slackware: "Untuk itu siapa yang tidak dapat meninggalkan komputernya selama natal (Saya salah satu dari mereka tampaknya), ini adalah update untuk Slax, versi 7.0.1. Perubahan memasukan banyak perbaikan bug, kernel upgrade, dukungan Broadcom SoftMac, dan dukungan mode teks untuk pemetaan keyboard dan jenis hurup. Raw changelog: Perbaikan double-klik pada bar lokasi di Firefox; perbaikan Slax buildscript download, itu tidak bekerja pada subdirektori dengan spasi; memperkenalkan bashrc dengan warna untuk Konsole; Xterm tidak lagi membutuhkan helper di xtrem.bin,; mengijinkan undersore dan tanda tambah dalam nama buildscript; perbaikan deaktifasi modul yang diaktifkan otomatis selama boot; diupgrade ke Kernel Linux 3.6.11...."
Kalau yang ini, versi aslinya:
Tomáš Matějíček has announced the release of Slax 7.0.1, a bug-fix update of the Slackware-based live CD: "For those who can't leave their computers even during Christmas (as I am apparently one of them), here is an update for Slax, version 7.0.1. Changes include mostly bug fixes, kernel upgrade, Broadcom SoftMac support, and textmode support for keyboard mapping and fonts. Raw changelog: Fixed double-click on location bar in Firefox; fixed Slax buildscript download, it was not working in a subdirectory with spaces; introduced bashrc with colors for Konsole; Xterm no longer needs helper in xterm.bin,; allow underscore and plus sign characters in buildscript names; fixed deactivation of modules which were activated automatically during boot; upgraded to Linux Kernel 3.6.11...."
source: distrowatch.com

Ini adalah kabar gembira bagiku. Sebab, meskipun aku murni menggunakan Ubuntu sebagai distribusi yang sudah aku pilih, tetapi Slax adalah distribusi yang aku perlukan juga. Kepentinganku disini adalah untuk dapat "membawa" ke mana-mana distribusi lengkap Linux yang dapat dimainkan via penyimpan mini. Ini sangat menguntungkan bagiku. Aku juga percaya bahwa pengguna Linux adalah orang yang mau berkembang, sehingga tidak cukuplah hanya tahu satu jenis distribusi.

Apabila kamu ingin tahu yang lebih tentang Slax, secara singkat dapat aku uraikan disini. Slax adalah sebuah sistem operasi Linux yang dapat di-boot dari CD yang berdasarkan pada Slackware, didesain dengan pendekatan modular. Selain ukurannya yang kecil, Slax menyediakan sekumpulan besar pre-installed software untuk penggunaan sehari-hari, termasuk juga GUI yang terorganisasi dengan baik dan sangat berguna untuk alat pemulihan bagi administrator sistem.

Dengan kembalinya Slax ke dunia opensource ini, mari kita lebih kembangkan sayap open source yang bebas. Bagi kamu yang ingin melihat catatan rilis secara lengkap, silakan klik di sini. Tambahan, Catatan rilis ini berbahasa Inggris.