Selasa, 08 Januari 2013

Refleksi: Mengapa Pilih Santo Stanislaus Kostka?

Sewaktu pertama kali masuk UNNES, aku mengenal banyak hal-hal baru. Terutama unit-unit kegiatan mahasiswa yang bermacam-macam. Ada unit kerohanian masing-masing agama yang diakui secara de facto dan de jure di Indonesia.

Waktu itu adalah hari registrasi, aku pertama kali bertemu dengan Mbak Fransiska Hesti P., yang ternyata satu jurusan dengan aku. Mbak Fransiska yang waktu itu menyambut aku untuk mendaftar nama mahasiswa yang Katolik. "Mbak, mas, nama santo pelindungnya apa untuk unit kerohaniannya?" "Santo Stanislaus Kostka." Timbul pertanyaan dalam diriku. Mengapa Santo Stanislaus Kostka? Mengapa tidak Santo Albertus Magnus? Bukankah Santo Albertus Magnus memang pelindung para ilmuwan dan mahasiswa?

Perenungan ini aku renungkan sampai hampir satu semester ini. Titik terang yang aku dapat terdapat dalam kisah riwayat Santo Stanislaus Kostka, dan dikaitkan dengan keadaan universitas.

Stanislaus Kostka meninggal sebagai seorang novis Jesuit di usia 18 tahun. Lalu, apa hubungan novis dengan mahasiswa? Sebenarnya, dari sini dapat menjadi dualisme filosofi. Dari filosofi keilmuan, mahasiswa adalah novis untuk ilmu pengetahuan. Mahasiswa mencari ilmu dan belajar demi kemajuan ilmu pengetahuan dan umat manusia. Untuk mencapai itu semua, mahasiswa dengan segala idealismenya, melakukan hal yang baik/luhur dengan tekun.

Dari filosofi iman dan kemanusiaan, mahasiswa harus ringan tangan, peduli, rela berbagi, dan menjalin persaudaraan yang sejati. Disamping itu, mahasiswa sudah layak dan sepantasnya untuk rendah hati. Mahasiswa haruslah menghayati ilmu padi. Padi yang semakin matang dan berisi seharusnya semakin menunduk. Dengan menunduk dan menguningnya padi, maka padi siap dipanen. Panenan yang diharapkan adalah panenan yang baik. Dengan demikian dapat berguna dengan orang banyak.

Jadi, mahasiswa katolik UNNES dituntut untuk meneladan dan menghayati semangat Santo Stanislaus Kostka dengan percaya kepada Allah dalam keadaan apapun, dalam kesulitan tersulit sekalipun.


1 komentar:

  1. menarik sekali,, terimakasih atas informasinya.. sangat bermanfaat dan menambah wawasan tentunya.. thanks for sharing . nice post


    ST3 Telkom

    BalasHapus