Jurnal Linuxku: lebih mudah ganti repository Noble Numbat

Pada waktu itu, salah satu peneliti di pusat studi tempat saya mengerjakan tesis. Ada seorang mahasiswa doktoral yang merasa kapok menggunakan WSL (Windows Subsystem for Linux). Dia berkata padaku, "Kapan ada waktu? Saya minta tolong untuk diinstallkan Ubuntu." Jawabku kepadanya, "Harus hari ini, kah? Mendadak banget, pak. Saya tidak bawa flashdisk berisi installer." Dia menginginkan untuk secepatnya diinstallkan Ubuntu. Dia ingin penelitiannya segera selesai. Saya mengatakan, "Ini memerlukan flashdisk kosong dan file *.iso Ubuntu." Saya mengira, dia tidak memiliki salah satu dari kedua benda yang saya sebutkan itu, namun dia telah memilikinya.